Buka konten ini

BINTAN (BP) – Tongkang BG Bina Marine 80 mengalami kebocoran saat berlayar dari Karimun menuju Singapura. Kapal tersebut kemudian dievakuasi dan dikandaskan di perairan Pulau Putri, Batam, Sabtu (6/9) sekitar pukul 08.30 WIB.
Kepala Pangkalan PLP Tanjunguban, Sugeng Riyono, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Batam VTS serta KSOP Batam untuk menangani situasi tersebut.
Pangkalan PLP Tanjunguban juga mengerahkan KN 547 ke lokasi tongkang guna mengamankan alur pelayaran dan mencegah gangguan.
Kasi Operasi Pangkalan PLP Tanjunguban, Alfaizul, menjelaskan tongkang yang dipandu tugboat (TB) Bina Marine 81 itu membawa muatan batu granit jenis halus. Dalam perjalanan, nakhoda kapal menyadari adanya masalah serius ketika melihat tongkang mengalami kemiringan.
“Akibat air laut yang masuk ke lambung sebelah kanan, kapal mengalami kemiringan hingga 50 derajat,” kata Alfaizul, Minggu (7/9).
Setelah menyadari kondisi darurat, nakhoda kapal segera melaporkan kejadian tersebut ke Batam VTS untuk meminta bantuan menentukan posisi aman guna mengandaskan tongkang. Selanjutnya, Batam VTS berkoordinasi dengan Pangkalan PLP Tanjunguban.
“Kami langsung berkoordinasi dengan KSOP Batam terkait rencana pengamanan tongkang yang mengalami kebocoran,” ujarnya.
Untuk menghindari risiko kecelakaan laut, tongkang akhirnya dievakuasi ke perairan Pulau Putri, Batam, dan dikandaskan di lokasi tersebut. Hingga saat ini tongkang masih berada di perairan Pulau Putri untuk memastikan keamanan kapal dan muatan.
“Rencananya, Senin nanti akan dilakukan penyelaman untuk memeriksa lokasi kebocoran pada kapal tersebut,” pungkasnya. (*)
Reporter : Slamet Nofasusanto
Editor : RYAN AGUNG