Buka konten ini

JAKARTA(BP) – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menginstruksikan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng mempercepat pengerjaan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 Kaligawe-Sayung sepanjang 10,64 km. Percepatan proyek itu bertujuan untuk menekan dampak banjir rob.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 dirancang terintegrasi dengan tanggul laut. Tanggul laut itu dilengkapi sistem polder yang dapat membantu mengurangi dampak rob di Semarang dan sekitarnya, sekaligus bagi Kawasan Industri Terboyo.
Sekarang kami sedang berada di pekerjaan Seksi 1B, Alhamdulillah, tanggul semua sudah nyambung, semua tertutup. Maka, Jalan Pantura Sayung-Demak sudah tidak ada rob sampai jalan.
“Tapi, masih ada air di selokan-selokan kanan kiri, jadi kita terus dorong penyelesaian tol ini,’’ ujarnya saat meninjau Tol Semarang-Demak, Sabtu (6/9).
Menurut Dody, air yang menggenangi selokan di kanan kiri Jalan Pantura Sayung akan disedot dengan pompa. Pihaknya menyiapkan mobile pompa di beberapa titik.
“Sehingga, tidak membanjiri jalan raya,’’ ucapnya.
Tiga Paket Pekerjaan
Pembangunan ruas tol Semarang-Demak terbagi menjadi tiga paket pekerjaan. Yakni, Paket 1A dengan penyedia jasa Hutama Karya (HK) dan Beijing Urban Construction Group (BUCG) progesnya 73,19 persen, Paket 1B dikerjakan Pembangunan Perumahan (PP), Wijaya Karya (WIKA), dan China Road and Bridge Corporation (CRBC) capaiannya 51,67 persen, terakhir Paket 1C oleh Adhi Karya-Sinohydro 34,16 persen.
“Untuk pekerjaan Seksi 1C meliputi pembangunan dua kolam retensi dengan rumah pompa air, yakni Kolam Retensi Terboyo dan Kolam Retensi Sriwulan,’’ terang Dody.
Panjang tanggul Kolam Retensi Terboyo 6,55 Km. Kolam itu dilengkapi enam unit pompa air axial vertical kapasitas 5 m3 per detik dan dua unit pompa submersible kapasitas 500 liter per detik dengan luas layanan 189 Hektare (Ha).
“Lalu, Kolam Retensi Sriwulan memiliki panjang tanggul 2,10 Km dilengkapi empat unit pompa axial vertical kapasitas 5 m3 per detik, dua unit pompa submersible kapasitas 500 liter per detik dengan luas layanan seluas 28 Ha,’’ papar Dody.
Sebagai pelengkap, juga dibangun sistem pengendali banjir Tenggang-Sringin Tahap 1 yang meliputi pembangunan enam unit rumah pompa dengan total kapasitas 81 m3 per detik dan tanggul sungai sepanjang 10,53 Km. Kehadiran infrastruktur itu diharapkan mereduksi banjir seluas 4.429 hektar di tiga kecamatan.
“Yakni, Kecamatan Pedurungan, Kecamatan Gayamsari, dan Kecamatan Gemuk dengan total masyarakat terlindungi sebanyak 254.546 jiwa atau setara 119.781 KK,’’ ucap Dody. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO