Buka konten ini

PALO ALTO (BP) – Larry Page, salah satu pendiri Google, kembali mencuri perhatian lewat langkah ambisius di dunia penerbangan. Setelah kegagalan proyek mobil terbang Kitty Hawk pada 2022, dia mendanai sebuah perusahaan baru bernama Dynatomics. Startup yang didirikan pada Juni 2023 itu hingga kini masih dijalankan dengan penuh kerahasiaan.
Menurut laporan Business Insider, Chris Anderson, mantan Chief Technology Officer Kitty Hawk, yang ditunjuk Page untuk memimpin Dynatomics telah lama terpesona dengan potensi pencetakan 3D dalam mengubah proses produksi. Di sisi lain, Page mendorong para insinyur Kitty Hawk untuk mengintegrasikan teknologi tersebut dalam perancangan kendaraan terbang.
Hal itu memberikan kesimpulan bahwa Page sedang membangun kendaraan terbang yang lapis demi lapisnya menggunakan 3D printing di Palo Alto, California – markas Dynatomics. Situs resminya hanya menampilkan logo serta kalimat singkat ”Working on something new” yang berarti sedang mengerjakan sesuatu yang baru.
Penerbangan Murah dan Massal
Ambisi Page tak sekadar teknis. Dia pernah menargetkan mobil terbang dengan harga sekitar USD 50 ribu atau setara Rp821 juta. Meski angka itu tak tercapai di Kitty Hawk, Dynatomics dipandang sebagai kesempatan baru untuk mewujudkan gagasan penerbangan murah dan massal.
Anderson merangkum visi tersebut dengan tegas. ”Salah satu alasan langit masih kosong adalah karena sangat mahal untuk bisa berada di atas sana. Jika pesawat semurah mobil dan diproduksi dalam jumlah setara, itu akan mengubah wajah transportasi dan bahkan dunia kita,” tuturnya dalam siniar The Vertical Space.
Material Campuran
Namun, tantangan besar muncul ketika industri mencoba menerapkan teknologi ini pada komponen besar atau material campuran. Karena itu, Dynatomics menggandeng peneliti dari Tallinn University of Technology, Estonia, yang pada 2023 meraih penghargaan nasional atas riset manufaktur aditif. Kerja sama tersebut bernilai EUR 60 ribu setara sekitar Rp1,1 miliar.
Seorang peneliti universitas itu menjelaskan bahwa penerapan AI dapat mengurangi kegagalan cetak sekaligus menekan limbah, biaya, dan waktu produksi.
Visi ini selaras dorongan Page yang melihat manufaktur aditif sebagai jalan baru bagi pengembangan electric Vertical Take-Off and Landing (eVTOL), yakni kendaraan udara listrik yang dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO