Buka konten ini
BATAM (BP) – Eskalasi politik nasional yang terus memanas mulai memengaruhi iklim usaha di Batam, salah satu pusat investasi terbesar di Indonesia. Sejumlah investor disebut menunda rencana masuk ke Indonesia sambil menunggu kondisi lebih kondusif.
Ketua Apindo Kepri, Stanly Rocky, mengungkapkan saat ini ada investor yang mendapat travel warning dari negara asalnya. Kondisi itu membuat agenda kunjungan dan negosiasi investasi harus ditunda.
“Beberapa investor hanya menunda datang ke Indonesia. Jadi, banyak yang masih wait and see,” katanya, Senin (2/9).
Ia menilai fenomena tersebut wajar terjadi karena dunia usaha sangat sensitif terhadap isu stabilitas politik dan keamanan. Namun, ia menegaskan bahwa secara umum Batam masih relatif aman dan tetap memiliki daya tarik sebagai kawasan investasi strategis.
Menurutnya, iklim investasi di Batam sebenarnya masih menjanjikan karena letak geografis yang strategis serta dukungan infrastruktur yang terus dikembangkan BP Batam. Hanya saja, faktor eksternal seperti situasi nasional dan kebijakan negara asal investor turut memengaruhi kecepatan realisasi investasi.
“Kami berharap ini cepat berlalu, karena Indonesia masih punya potensi besar dalam perang dagang global ini,” ujar Stanly.
Ia juga berharap agar pemerintah pusat mampu meredam eskalasi politik sehingga tidak menimbulkan persepsi negatif bagi calon investor.
Kepastian hukum, jaminan keamanan, serta kepastian kebijakan, menurutnya, menjadi kunci agar Batam tetap dilirik. (*)
Reporter : Arjuna
Editor : RYAN AGUNG