Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menginstruksikan seluruh camat hingga lurah untuk lebih intens memantau titik-titik rawan banjir di wilayah masing-masing. Instruksi itu menyusul kondisi cuaca ekstrem yang belakangan terjadi di Batam dan sekitarnya.
Hujan deras disertai angin kencang berpotensi memperparah banjir sekaligus menambah tumpukan sampah di sejumlah kawasan. Karena itu, Amsakar menekankan agar jajaran pemerintah kecamatan tidak hanya menunggu arahan, melainkan segera mengambil langkah cepat guna mencegah banjir meluas.
“Intinya, dengan kondisi cuaca seperti sekarang, saya harapkan camat intens memantau titik banjir dan turun mengambil langkah awal agar tidak semakin meluas,” ujarnya, Minggu (7/9).
Selain banjir, Amsakar juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Ia meminta camat, lurah, hingga perangkat RT/RW menggalakkan gotong royong sebagai upaya menekan persoalan sampah dan menjaga saluran drainase tetap lancar.
“Tolong kebersihan jadi atensi, termasuk kebersihan kantor. Lalu, masalah banjir ini juga harus diperhatikan. Bila perlu buat kegiatan rutin. Saya siap hadir, entah itu gotong royong atau bentuk lainnya,” tegasnya.
Amsakar turut mengingatkan para nelayan agar lebih berhati-hati ketika hendak melaut. Menurutnya, keselamatan harus menjadi prioritas utama mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu.
Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam memprediksi cuaca di perairan Kepulauan Riau pada Senin (8/9) hingga Selasa (9/9) masih akan diwarnai hujan disertai angin.
Untuk perairan Batam, angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan 4–11 knot, dengan gelombang 0,5–1,25 meter.
Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di perairan Bintan dan Lingga, dengan kecepatan angin 5–13 knot serta 6–12 knot.
Adapun perairan Tambelan diprediksi mengalami gelombang sedang 1,25–2,5 meter dengan kecepatan angin hingga 16 knot.
Dengan prakiraan tersebut, BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat di daratan pun diminta waspada, mengingat intensitas hujan yang tinggi berpotensi memicu genangan hingga banjir di titik-titik rawan di Batam. (*)
Reporter : Arjuna
Editor : GALIH ADI SAPUTRO