Minggu, 15 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Kasus DBD, Kecelakaan Maut hingga Warga Tiongkok Dominasi Izin Tinggal di Batam

Petugas menemukan kulit trenggiling yang hendak diselundupkan ke luar negeri. f. Yashinta/Batam Pos
Warga dan polisi membantu mengevakuasi PM, pengendara motor yang masuk ke kolong truk di Jalan Sudirman, Batam Kota, Minggu (31/8).f. Dokumentasi Warga untuk Batam Pos
Saluran air yang berada di trotoar Jalan Ahmad Yani terlihat tanpa penutup, Rabu (3/9). Drainase tanpa penutup dikhawatirkan bisa berbahaya bagi penjalan kaki. 4 F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Beberapa tenda stand bazar UMKM di kawasan Pollux Mall Batam roboh akibat diterpa angin kencang, Minggu (31/8) sore. F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Proses layanan IMMIcare WNA atau tenaga kerja asing di Kawasan Industri Batamindo, Selasa (2/9). f. Dokumentasi Imigrasi untuk Batam Pos

BATAM KOTA (BP) – Dinamika Kota Batam dalam sepekan terakhir diwarnai sejumlah peristiwa penting. Mulai dari peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD), kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa, warga Tiongkok dominasi izin tinggal WNA, mayoritas untuk bisnis dan pekerjaan.

Memasuki musim hujan, Dinas Kesehatan Kota Batam mengingat­kan masyarakat untuk mewaspadai peningkatan kasus DBD. Hingga 31 Agustus 2025, jumlah penderita mencapai 499 kasus. Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan kondisi cuaca lembap dan curah hujan tinggi mempercepat perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.

”Musim hujan membuat banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Kami mengingatkan warga untuk menggiatkan kembali gerakan 3M Plus: menguras, menutup, dan mengubur, serta langkah tambahan untuk mencegah gigitan nyamuk,” ujar Didi, Senin (1/9).

Catatan Dinkes menunjukkan jumlah kasus DBD di Batam fluktuatif. Tahun 2023 tercatat 392 kasus, melonjak menjadi 871 kasus pada 2024, dan hingga Agustus 2025 mencapai 499 kasus.

Selain masalah kesehatan, kecelakaan lalu lintas kembali me­renggut korban jiwa. Seorang perempuan pengendara motor tewas seketika setelah kendaraannya masuk ke kolong truk di Jalan Sudirman, Batam Kota, Minggu (31/8). Korban berinisial PM, 50 tahun, menyeberang mendadak dari kiri ke kanan sehingga tertabrak truk Mitsubishi Canter yang dikemudikan JPN, 26 tahun. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kecelakaan ini.

Dari sisi penegakan hukum, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri menggagalkan upaya penyelundupan 21,80 kilogram sisik trenggiling senilai Rp1,2 miliar. Barang bukti ditemukan di sebuah lokasi di Kecamatan Bengkong, Jumat (29/8). Polisi menduga sisik satwa dilindungi itu akan diselundupkan ke luar negeri.

Sementara itu, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Batam mencatat warga negara Tiongkok mendominasi izin tinggal di Batam, dengan jumlah 5.000 hingga 6.000 orang. Mayoritas izin tinggal digunakan untuk bisnis dan pekerjaan. “Yang paling banyak saat ini Tiongkok, disusul India dan Malaysia,” kata Kepala Imigrasi Batam, Hajar Aswad, Selasa (2/9).

Untuk memudahkan pelayanan, Imigrasi meluncurkan program IMMIcare. Petugas turun langsung ke kawasan industri memberikan layanan izin tinggal bagi tenaga kerja asing dan investor. Peluncuran perdana dilakukan di Kawasan Industri Batamindo, Selasa (1/9), dan akan diperluas ke kawasan lain.

Di sisi lain, cuaca ekstrem juga melanda Batam. Hujan deras disertai angin kencang dengan kecepatan 37–65 kilometer per jam terjadi Minggu (31/8). Sejumlah tenda bazar di kawasan Pollux Mall, Batam Center, roboh diterjang angin. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun pedagang dan pengunjung sempat panik.

Warga juga menyoroti kondisi drainase di Jalan Ahmad Yani yang terbuka tanpa penutup. Kondisi ini dinilai membahayakan pejalan kaki, terutama saat hujan deras. (***)

Reporter : TIM BATAM POS
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI