Buka konten ini

RIYADH (BP) – Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), terus mendorong pembangunan Oxagon, kota pelabuhan terapung raksasa yang disebut 14 kali lebih besar dari Central Park di New York. Proyek ambisius itu disebut akan mengubah jalur perdagangan di Laut Merah, kawasan vital yang menampung hampir 13 persen arus perdagangan dunia.
Oxagon merupakan bagian inti dari megaproyek senilai USD 500 miliar atau sekitar Rp8.211 triliun (kurs Rp16.420 per USD), Neom. Megaproyek yang dirancang sebagai pusat industri berteknologi tinggi sekaligus kawasan ramah lingkungan. Berbeda dari perluasan pelabuhan konvensional, Oxagon digagas sebagai pintu gerbang futuristis dengan perpaduan desain canggih dan kemampuan logistik mutakhir.
Masuki Fase Pengerukan Laut
Dilansir dari Luxury Launches, Rabu (3/9), proyek Oxagon kini bergerak ke tahap krusial dengan peralihan dari pekerjaan darat ke pengerukan laut berskala besar. DEME Group, perusahaan spesialis pengerukan asal Belgia, menjelaskan bahwa tahap berikutnya adalah pengerukan laut menggunakan kapal keruk pengisap dengan pemotong (cutter-suction dredger).
“Kami sedang memasuki tahap di mana Oxagon tidak lagi sekadar pekerjaan darat, tetapi mulai membangun identitasnya sebagai struktur terapung terbesar di dunia,” ungkap pihak DEME kepada para investor.
Dirancang Otomatis dan Terdigitalisasi
Oxagon diproyeksikan sebagai kota industri untuk sektor bersih dan berteknologi tinggi. Pelabuhan di dalamnya akan dirancang sepenuhnya otomatis dan terdigitalisasi dengan sistem pelacakan waktu nyata dan penjadwalan pintar. Muatan kargo akan bergerak mulus dari pelabuhan menuju pusat logistik, lalu terhubung ke jaringan kereta modern.
Bisa Sejajari Kota Pusat Logistik Global
Jika berjalan sesuai jadwal, Oxagon berpotensi menjadi komponen pertama dari Neom yang menunjukkan fungsi nyata. Bagi Riyadh, keberhasilan itu akan menempatkan ibu kota Arab Saudi itu sejajar dengan pusat logistik global seperti Singapura, Rotterdam, dan Dubai. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO