Buka konten ini

Washington (BP) – Amerika Serikat (AS) berencana mengerahkan sistem rudal jarak menengah terbarunya, Typhon, ke Jepang dari 11 hingga 25 September sebagai bagian dari latihan militer gabungan dengan pasukan Jepang. Langkah itu dianggap sebagai unjuk kekuatan terhadap pemimpin negara Tiongkok, Rusia, dan Korea Utara (Korut) yang bertemu di Beijing, Rabu (3/9).
Typhon, yang mampu meluncurkan rudal jelajah Tomahawk dengan jangkauan 1.550 hingga 2.500 kilometer dan pencegat SM-6 dengan jangkauan hingga 460 kilometer, akan ditempatkan di Pangkalan Udara Korps Marinir Iwakuni dan sekitarnya.
Bisa Jangkau Beijing
Jangkauan sistem rudal tersebut berpotensi menempatkan Beijing dalam jangkauan serang, bergantung pada konfigurasi rudalnya. Untuk diketahui, jarak garis lurus dari Pangkalan Udara Korps Marinir Iwakuni ke Beijing sekitar 1.540 kilometer.
Desain sistem Typhon yang ringkas mempertajam ambiguitas strategisnya. Semua komponen dapat ditempatkan dalam kontainer pengiriman standar berukuran 12 meter, memungkinkan penyebaran rahasia dengan truk, kereta api, kapal, atau pesawat.
Direspons Negatif
Seperti dilansir Korea JoongAng Daily, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok, Zhang Xiaogang, telah memperingatkan Jepang supaya bertindak hati-hati dalam menanggapi pengerahan Typhon di negara tetangga mereka tersebut.
Rusia juga mengkritik langkah AS tersebut sebagai tindakan provokatif. Sementara Korut mengecamnya sebagai langkah berbahaya yang diindikasikan bertujuan untuk meneror Semenanjung Korea.
Kali Ketiga Dipakai di Luar Negeri
Yang dilakukan AS di Jepang merupakan kali ketiga Typhon dipakai di luar wilayah mereka. Washington pernah mengirimkan sistem ke Pulau Luzon di Filipina dekat Selat Taiwan, April 2024 dan menuai kritik tajam dari Tiongkok. Pada Juli lalu, AS juga mengirimkan Typhon ke Australia untuk latihan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO