Buka konten ini

SOFIA (BP) – Gangguan GPS terjadi saat pesawat yang membawa Presiden Uni Eropa, Ursula von der Leyen, melintasi langit Bulgaria pada Senin (1/9). Diduga, gangguan datang dari Rusia. Dilansir dari BBC, pesawat akhirnya berhasil mendarat di Plovdiv, sebuah kota di wilayah Bulgaria.
“Kami memang dapat memastikan bahwa ada gangguan GPS,” kata juru bicara Uni Eropa, Arianna Podesta. Informasi itu didapatkannya dari otoritas Bulgaria dan mereka juga menduga gangguan itu disebabkan oleh campur tangan Rusia. Setelah mendarat dengan selamat, Ursula meneruskan tur ke negara-negara garis depan timur Uni Eropa.
Pilot Gunakan Peta Kertas
Laporan dari Financial Times, pesawat yang ditumpangi Von der Leyen sempat berada dalam pola menunggu selama satu jam. Pilot pesawat juga terpaksa menggunakan peta kertas ketika GPS terganggu.
Akan tetapi, menurut Flightradar24, penerbangan Von der Leyen yang dijadwalkan menempuh waktu 1 jam 48 menit itu hanya mundur sembilan menit. “Transponder pesawat melaporkan bahwa kualitas sinyal GPS dalam kondisi baik saat lepas landas hingga mendarat,” unggah layanan informasi pelacakan penerbangan pesawat secara real-time pada peta tersebut.
Tidak Ada Tanggapan dari Moskow
Selama berbulan-bulan, negara-negara yang berbatasan dengan Rusia telah memperingatkan peningkatan aktivitas elektronik yang mengganggu penerbangan, kapal, maupun pesawat nirawak. Dari Moskow tidak segera menanggapi permintaan komentar sampai berita ini ditulis.
Sementara itu, di lapangan, pesawat nirawak Rusia kembali menyerang fasilitas listrik di Ukraina, Selasa (2/9). Dampaknya, 60 ribu pelanggan listrik Ukraina mengalami mati lampu.
Dilansir dari The Guardian, perusahaan energi swasta terbesar di Ukraina, DTEK, mengklaim drone Rusia telah menyerang empat fasilitas energi di wilayah Odesa. Yang paling terdampak adalah kota pelabuhan Chornomorsk. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO