Buka konten ini

BAGHDAD (BP) – Masjid Agung Al-Nuri di kota tua Mosul, Irak, berdiri kembali. Perdana Menteri Iraq, Mohammed Shia’ Al-Sudani, memimpin langsung peresmian masjid bersejarah itu pada Senin (1/9) waktu setempat.
Masjid Al-Nuri dan menara miringnya telah menjadi landmark selama kurang lebih 850 tahun. Pada 2017, kelompok ISIS menghancurkannya dengan bahan peledak saat menghadapi kekalahan dalam pertempuran dengan pasukan Irak. Tiga tahun sebelumnya, pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi mendeklarasikan apa yang disebut kekhalifahan di tempat tersebut.
Rekonstruksi oleh UNESCO
Proses rekonstruksi dilakukan oleh UNESCO bersama otoritas warisan Irak dan keagamaan Sunni. Material tradisional dari reruntuhan dipakai untuk menjaga keaslian. Sementara dana USD 115 juta (Rp1,88 triliun) yang terkumpul untuk pembangunan, sebagian besar berasal dari Uni Emirat Arab dan Uni Eropa.
Al-Sudani menyebut pembangunan kembali Masjid Al-Nuri sebagai tonggak sejarah. “Pembangunan kembali masjid tersebut akan mengingatkan semua musuh tentang kepahlawanan rakyat Irak dan pembelaan mereka terhadap tanah air mereka,” ujarnya seperti dilansir dari Al Jazeera.
Gereja Rusak Juga Dibangun Lagi
Al-Sudani juga menyatakan, pemerintah Irak akan terus mendukung budaya dan menonjolkan peninggalan sejarah negara sebagai kebutuhan sosial sekaligus ruang bagi generasi muda untuk berinovasi. Selain masjid, gereja-gereja yang rusak akibat perang juga turut dibangun kembali. Langkah itu, kata Sudani, menunjukkan bahwa pihaknya merangkul semua komunitas dan mencerminkan keberagaman masyarakat Irak. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO