Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Aktor Inggris, Jude Law menjadi sorotan melalui perannya sebagai pemimpin Rusia, Vladimir Putin, dalam film thriller politik “The Wizard of the Kremlin” yang ditayangkan secara perdana di Venice International Film Festival 2025.
Law dalam konferensi pers mengaku tidak memiliki keraguan memerankan karakter pemimpin tersebut dan yakin dengan Olivier Assayas selaku sutradara dalam menggarap ceritanya dengan cerdas penuh nuansa dan pertimbangan, sebagaimana dilansir Variety, Selasa (2/9).
“Saya harap tidak naif, tetapi saya tidak takut akan dampaknya,” kata Law.
“Kami tidak mencari kontroversi demi kontroversi. Itu adalah karakter dalam cerita yang lebih luas. Kami tidak mencoba mendefinisikan apa pun tentang siapa pun,” tambah dia.
Film ini diadaptasi dari novel terlaris karya Giuliano da Empoli tahun 2022 dengan judul yang sama. “The Wizard of the Kremlin” merupakan kisah fiksi tentang perjalanan Putin menuju kekuasaan di tengah kekacauan pasca-Uni Soviet, serta hubungannya dengan “spin doctor” Vadim Baranov (diperankan oleh Paul Dano).
Dalam memerankan karakternya di film tersebut, Jude Law mengubah penampilannya secara fisik, namun dengan sadar memilih menggunakan suaranya sendiri, tanpa aksen Rusia yang kental.
“Olivier dan saya sepakat bahwa ini bukanlah untuk menjadi interpretasi Putin, dan dia tidak ingin saya bersembunyi di balik topeng prostetik,” ujarnya.
“Kami mencoba mencari kemiripan tapi dengan gaya saya. Dan jujur saja, wig yang bagus sungguh menakjubkan,” lanjut dia.
Meskipun film ini menggambarkan asal-usul kekuasaan Putin, sutradara Assayas menjelaskan bahwa dia memandang “The Wizard of the Kremlin” sebagai sebuah kisah peringatan tentang perubahan besar dalam dunia politik modern. “Kami membuat film tentang apa yang telah terjadi pada dunia politik dan situasi menakutkan yang kita semua rasakan,” ujarnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY