Buka konten ini

BATAM (BP) – Cuaca ekstrem yang melanda Batam dalam beberapa hari terakhir memicu berbagai dampak, mulai dari pohon tumbang, genangan air di sejumlah kawasan, hingga gangguan pelayaran domestik. Hujan deras yang disertai angin kencang menimbulkan risiko bagi keselamatan masyarakat dan mobilitas transportasi.
Di Tanjungsengkuang, Batuampar, sejumlah pohon tumbang menutup badan jalan dan menghambat arus lalu lintas usai hujan deras disertai angin terjadi pada Senin (1/9) pagi.
Kapolsek Batuampar, Kompol Amru Abdullah, mengatakan, evakuasi pohon berlangsung sekitar 30 menit. Arus lalu lintas akhirnya kembali normal, dan situasi tetap aman dan kondusif.
”Kehadiran polisi di lapangan merupakan wujud pelayanan dan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat. Kami mengimbau warga tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan pohon tumbang atau kejadian berbahaya lainnya,” ujar Amru.
Sementara Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin, mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas luar rumah saat hujan deras dan angin kencang, serta selalu memantau informasi cuaca dari BMKG. Pengendara motor diminta berteduh di lokasi aman, menjauhi pohon besar dan tiang listrik.
Selain itu, cuaca ekstrem yang terjadi juga menunda keberangkatan tiga kapal di Pelabuhan Domestik Telaga Punggur, Nongsa, Kota Batam, Senin (1/9). Hal ini dilakukan demi keselamatan penumpang dan awak kapal.
Gangguan pelayaran juga terjadi di sejumlah jalur, termasuk dari Punggur menuju Tanjung Uban dan Letung. Kepala Syahbandar Punggur, Deni Cahyadi, menyebut tiga kapal tertunda 30–40 menit akibat gelombang tinggi, namun semua pelayaran berjalan aman.
Beberapa penumpang merasakan ombak tinggi membuat kapal berguncang hebat, hingga menimbulkan rasa mual. BMKG Batam menjelaskan kondisi ini dipicu belokan angin (shearline) dan pertemuan angin (konvergensi) di Kepulauan Riau, yang memicu pertumbuhan awan hujan dengan potensi cuaca ekstrem.
BMKG memprakirakan Selasa (2/9), wilayah Kepri akan didominasi awan tebal dengan potensi hujan ringan hingga sedang, petir, dan angin kencang. Warga diminta selalu memantau informasi resmi BMKG.
Timbulkan Genangan Air
Hujan deras Senin (1/9) memicu genangan air di Batuaji, Sagulung, dan Marina, Batam, memperlambat arus lalu lintas.
Genangan terlihat di Jalan R Suprapto, Brigjen Katamso, Jalan Diponegoro Sei Temiang, dan Jalan Marina City. Beberapa perumahan juga tergenang hingga halaman rumah warga. Warga berharap Pemko Batam menuntaskan pengerjaan drainase secara permanen, bukan hanya perbaikan sementara.
Proyek normalisasi drainase dan perbaikan jalan yang sedang dikerjakan dinilai belum merata. Banyak titik rawan banjir belum tersentuh, sehingga genangan air terus berulang setiap musim hujan.
Lengkapi Peralatan Keselamatan
Basarnas Batam mengimbau pemilik sarana transportasi laut memastikan kapal dilengkapi peralatan keselamatan standar menyusul cuaca ekstrem, Senin (1/9).
Danpos Basarnas Batam, Dedius Sembiring, menekankan perlunya pemeriksaan rutin kelayakan kapal, mulai dari life jacket, life buoy, life craft, hingga alat navigasi. Pemilik kapal dan nelayan juga diingatkan memperbarui informasi prakiraan cuaca dari BMKG sebelum berlayar.
”Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Kewaspadaan masyarakat dan kepatuhan terhadap imbauan ini sangat penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan,” tegas Dedius.
Selain itu, masyarakat di darat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan saat hujan deras dan angin kencang.
Pengendara motor yang terjebak hujan sebaiknya berteduh di tempat aman, menjauhi pohon atau tiang listrik yang rawan tumbang dan di sekitar aliran listrik atau genangan banjir. (*)
Reporter : Yofi Yuhendri – Yashinta – Eusebius Sara – Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK