Buka konten ini


BELAKANGPADANG (BP) – Angin puting beliung menerjang permukiman warga di Kelurahan Pulau Terong, Kecamatan Belakangpadang, Senin (1/9) pagi. Tiga rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Atap pelabuhan penumpang Teluk Bakau juga roboh.
Camat Belakangpadang, Hanafi, mengatakan, pihaknya bersama lurah setempat langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi masyarakat terdampak. Ia menegaskan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
”Ada tiga rumah warga yang terdampak. Selain itu, atap pelabuhan Teluk Bakau juga roboh. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” ujar Hanafi.
Pemerintah kecamatan sudah melakukan langkah mitigasi awal agar warga tetap merasa aman pascakejadian. Hanafi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca tidak menentu dengan curah hujan tinggi disertai angin kencang.
”Kami minta masyarakat tetap berhati-hati. Untuk nelayan, kalau cuaca tidak memungkinkan, sebaiknya menunda aktivitas melaut demi keselamatan,” katanya.
Salah satu rumah yang rusak adalah milik Hj Rumiati, warga RT 01 RW 01 Pulau Terong.
Bagian atap dan dinding rumahnya rusak hingga sekitar 50 persen. Warga sekitar pun bergotong-royong memberikan bantuan darurat untuk memperbaiki rumah korban.
Seorang warga Pulau Terong menyebut, angin kencang itu sempat membuat panik masyarakat kampung. Mereka berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri.
”Untung anginnya hanya sebentar. Kalau lebih lama, bisa lebih banyak rumah yang rusak,” ujarnya.
Tokoh masyarakat pesisir Pulau Terong, Muhammad bin Boyan, yang juga Sekretaris HNSI Batam, menuturkan warga bahu-membahu membantu korban terdampak. Ia berharap pemerintah memberi perhatian lebih, karena angin puting beliung sudah beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.
”Kami berharap ada tindakan nyata dari pemerintah. Ini bukan yang pertama kali terjadi,” tegasnya. (***)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK