Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Memasuki musim hujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Hingga 31 Agustus 2025, jumlah penderita DBD di Kota Batam telah mencapai 499 kasus.
Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menyebut, kondisi cuaca yang lembap dan curah hujan tinggi dapat mempercepat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama DBD.
”Musim hujan membuat banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Kami mengingatkan warga untuk kembali menggiatkan gerakan 3M Plus: menguras, menutup, dan mengubur, serta langkah tambahan untuk mencegah gigitan nyamuk,” ujar Didi, Senin (1/9).
Data Dinkes Batam menunjukkan jumlah kasus DBD fluktuatif dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023 tercatat 392 kasus, melonjak menjadi 871 kasus pada 2024, dan hingga Agustus 2025 mencapai 499 kasus.
Dari segi angka insidensi (Incidence Rate/IR), tahun 2025 mencapai 37,18 per 100.000 penduduk, lebih rendah dibanding 2024 yang sempat menembus 68,21 per 100.000 penduduk.
Untuk menekan angka kasus, Dinkes juga menggencarkan program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J), melibatkan masyarakat memantau jentik nyamuk di lingkungan masing-masing.
”Kami bekerja sama dengan puskesmas untuk sosialisasi dan fogging di daerah rawan. Namun, fogging bukan solusi utama karena hanya membunuh nyamuk dewasa. Yang terpenting adalah mencegah perkembangbiakan nyamuk dengan menjaga kebersihan lingkungan,” tambah Didi.
Dinkes mengimbau warga yang mengalami gejala DBD, seperti demam tinggi mendadak, nyeri sendi, dan muncul bintik merah di kulit, untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
”Kami berharap masyarakat semakin sadar akan bahaya DBD dan bersama-sama melakukan pencegahan. Jangan menunggu sampai kasus semakin meningkat,” tegas Didi. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : GALIH ADI SAPUTRO