Buka konten ini

MADRID (BP) – Penetrasi wide attacker FC Barcelona Lamine Yamal ke kotak 16 membuat bek kiri Rayo Vallecano Pep Chavarria melakukan kontak. Insiden pada menit ke-37 itu bukan hanya membuat wasit Mateo Busquets Ferrer memberikan hadiah penalti untuk Barca. Dua pemain Rayo turut dikartu kuning karena melakukan protes keras.
Keputusan yang membuat kubu tuan rumah berang. Terlebih, VAR (video assistant referee) tidak dapat digunakan untuk me-review insiden dalam laga jornada ketiga LALIGA di Campo de Futbol de Vallecas tersebut.
Mediapro selaku perusahaan audiovisual yang bertanggung jawab atas produksi rekaman VAR menyebut bahwa ada masalah kelistrikan atas matinya VAR di Vallecas.
”Ada masalah teknis terkait sistem kelistrikan yang penyebabnya masih belum diketahui. Kami akan menyelidikinya lebih lanjut,” kata Mediapro dalam pernyataan resmi seperti dilansir Mundo Deportivo.
Yang pasti, VAR hanya mati sepanjang babak pertama. Pada babak kedua, VAR sudah bisa digunakan. Meski begitu, Rayo merasa Barca telah diuntungkan atas penalti di babak pertama. Artinya, seandainya wasit melakukan review VAR, belum tentu keputusannya penalti.
”Wasit (Busquet Ferrer) telah mengakui saat turun minum bahwa dia melakukan kesalahan (memberikan penalti untuk Barca di babak pertama, red),” kata Isi Palazon, gelandang Rayo, seperti dilansir dari The Touchline.
Terpisah, entrenador Barca Hansi Flick enggan membahas perihal penalti yang diperoleh timnya. Hansi hanya mengakui bahwa timnya memang tidak layak menang di Vallecas. ”Kami membuat terlalu banyak kesalahan,” ucapnya kepada Marca. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG