Buka konten ini

Jakarta (BP) – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan seluruh kadernya untuk berhati-hati dalam bertutur kata di tengah situasi politik yang tengah memanas akibat polemik tunjangan DPR.
Ia menekankan pentingnya menjaga perasaan rakyat yang kini tengah meluapkan kekecewaan melalui gelombang demonstrasi.
“Seluruh kader Partai Demokrat khususnya para wakil rakyat baik di DPR RI, DPRD provinsi maupun kabupaten/kota bisa bukan hanya menjaga diri. Ingat menjaga lisan itu penting sekali, jangan menyakiti perasaan masyarakat,” kata AHY di Puri Cikeas, Bogor, Minggu (31/8).
AHY menegaskan, setiap pernyataan politikus Partai Demokrat akan selalu diawasi publik. Karena itu, ia meminta para kadernya untuk lebih cermat dan sensitif dalam menyampaikan pendapat, terutama terkait isu-isu yang bersinggungan langsung dengan kesejahteraan rakyat.
“Hal yang mungkin kita anggap biasa tetapi begitu mendasar, sensitif bagi masyarakat, janganlah kemudian kita ringan melukai perasaan masyarakat. Itu pesan saya ke seluruh kader Demokrat,’’ ungkapnya.
Putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mengingatkan pentingnya sensitivitas sosial bagi setiap politisi.
Menurut dia, sikap hati-hati dalam berbicara tidak hanya menjaga citra partai, tetapi juga dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi demokrasi.
Tak hanya soal lisan, AHY juga menekankan pentingnya keterbukaan kader Demokrat dalam menerima aspirasi masyarakat.
Ia mendorong seluruh kader partai untuk menjadi jembatan yang mampu menyerap suara rakyat, sekaligus menyalurkannya dalam kebijakan yang berpihak pada kepentingan umum.
“Kita harus selalu jadi rumah aspirasi yang membuka ruang dialog, mendengarkan masukan harapan. Kalau ada yang mengekspresikan kemarahan atau emosinya, sabar, dengarkan baik-baik. Ini rakyat kita sendiri, konstituen yang kita wakili,’’ pungkasnya. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : Iman Wachyudi