Buka konten ini

SURABAYA (BP) – Sebenarnya sudah ada dialog antara pendemo dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang didampingi Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin.
Gubernur Khofifah bahkan sudah menyanggupi permintaan mereka untuk membantu kebebasan rekannya yang ditahan di Polrestabes Surabaya. Namun hal itu ternyata tak menyurutkan amarah sebagian massa untuk menjarah dan merusak fasilitas umum.
Diskusi yang awalnya hening berubah seperti arena peperangan. Rombongan gubernur dan pangdam menyingkir usai sekelompok massa dengan memakai masker merangsek masuk dan melempar botol air minum. Mereka juga membawa batu dan petasan.
Kelompok massa tidak hanya menyasar petugas. Mereka juga melempari Gedung Negara Grahadi di Surabaya dengan batu, petasan, dan bom molotov. Gerbang sisi barat bangunan cagar budaya dijebol. Massa masuk dan langsung membakar atap gedung hingga ludes.
Tidak hanya kantor Wagub Jatim yang terbakar hangus. Ruang kerja Biro Adpim Pemprov Jatim dan Biro Umum Pemprov Jatim juga dibakar massa. Barang-barangnya dijarah. Bahkan, sejumlah komputer di dalam ruang kelompok kerja wartawan juga diambil dan dihancurkan secara beramai-ramai.
Gubernur Khofifah saat bertemu dengan demonstran Sabtu malam (30/8) sempat menyampaikan sejumlah hal. Dia janji akan berkomunikasi terkait adanya warga yang ditangkap. “Semuanya saya minta bersabar. Nanti kami akan berdiskusi dengan bapak kapolda,” kata Khofifah.
Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU itu tampak bersedih kemarin (31/8). Bersama Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak dan Pangdam V Brawijaya, Khofifah meninjau bangunan yang telah rusak. Tidak ada kata-kata untuk awak media.
Namun kemarin Khofifah juga menemui kembali massa yang berkumpul di depan Gedung Negara Grahadi. Dia mendapat sejumlah pesan dari warga yang berdatangan. Sejumlah masyarakat meminta gubernur untuk menyampaikan peringatan pada DPR agar menjaga omongannya. Sebab perkataan mereka menciderai rakyat.
Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin prihatin dengan terbakarnya bangunan cagar budaya Gedung Negara Grahadi.
“Kita sangat prihatin ya karena kita sempat bincang-bincang dengan rekan-rekan dari Disbudporapar Kota Surabaya yang menangani cagar budaya. Ini adalah salah satu cagar budaya yang merupakan kebanggaan masyarakat Surabaya dan Jatim,” kata Rudy.
Dia menegaskan pentingnya menjaga kondusifitas dan tidak mudah terprovokasi agar peristiwa serupa tidak terulang.
“Saya dengan kerendahan hati memohon dengan sangat untuk masyarakat, adik-adik semua, saudara-saudara aku, rekan-rekan, tolong betul-betul jaga kondusivitas. Jangan mudah terprovokasi, jangan anarkis karena dampaknya sangat luar biasa,” katanya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO