Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh ketidakpastian serta daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, simpanan nasabah dengan saldo di atas Rp5 miliar justru mencatat lonjakan. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melaporkan, hingga Juli 2025 simpanan jumbo tersebut tumbuh 9,45 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan peningkatan dana jumbo ini tidak lepas dari strategi korporasi yang cenderung menahan ekspansi. Perusahaan memilih menyimpan dana di bank sembari menunggu momentum perbaikan ekonomi.
“Ada indikasi dana sedang dikumpulkan untuk persiapan ekspansi. Belum dilakukan secara penuh, tapi jika ekonomi membaik, kemungkinan mereka akan kembali agresif,” jelas Purbaya di Jakarta, akhir pekan lalu (29/8).
Pertumbuhan dana jumbo tersebut juga dirasakan sejumlah bank besar. PT Bank Permata Tbk (BNLI), misalnya, mencatat peningkatan 10 persen YoY hingga pertengahan 2025 pada segmen nasabah kaya melalui PermataBank Priority dan PermataBank Private.
Direktur Consumer Banking Bank Permata, Djumariah Tenteram, mengatakan capaian itu didukung pendekatan konsultatif kepada nasabah berduit terkait portofolio investasi sesuai profil risiko masing-masing.
“Kami membantu nasabah menyesuaikan instrumen investasi agar tujuan finansial mereka tercapai,” paparnya.
Sementara itu, PT Bank Mandiri juga mencatat pertumbuhan positif simpanan nasabah dengan saldo di atas Rp5 miliar. Hingga Mei 2025, simpanan jumbo di bank pelat merah tersebut tumbuh lebih dari Rp150 miliar secara year to date.
Head of Deposit Product Management Bank Mandiri, Mega Ekaputri Pujianto, menyebut tren ini ditopang meningkatnya jumlah nasabah korporasi dan high net worth individual (HNWI).
“Pertumbuhan ini didorong inovasi layanan serta kekuatan fundamental Bank Mandiri,” ujarnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO