Buka konten ini

NONGSA (BP) – Sejumlah warga di Kaveling Senjulung, Kelurahan Kabil, Nongsa, mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kilogram atau gas melon. Warga harus berputar-putar ke sejumlah pangkalan, namun tabung gas subsidi itu kerap kosong.
“Sudah beberapa hari ini mutar-mutar enggak ada ketemu, kosong semua,” keluh Ian, salah seorang warga Senjulung, Minggu (31/8).
Karena kesulitan tersebut, Ian terpaksa membeli gas melon di warung kelontong dengan harga jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) pangkalan yang hanya Rp21 ribu per tabung. Di warung, harga bisa mencapai Rp35 ribu per tabung.
“Di kaveling lama maupun baru (harganya) sama saja, susah nyari gas di pangkalan. Pas nemu pun harganya Rp35 ribu,” tambahnya.
Keluhan serupa disampaikan Adi, warga lainnya. Menurutnya, setiap kali pasokan gas tiba di pangkalan, langsung diserbu pembeli. Dalam hitungan singkat, tabung yang baru diturunkan sudah ludes terjual.
“Lagi nurunin gas saja sudah banyak yang antre. Tak lama langsung habis. Kita warga sekitar sering enggak kebagian, akhirnya terpaksa beli di warung dengan harga tinggi,” ujarnya.
Adi menyebut harga di luar pangkalan bervariasi, mulai dari Rp25 ribu, Rp30 ribu, hingga Rp35 ribu per tabung. “Kalau pagi tadi, saya malah dapat Rp35 ribu per tabung,” tuturnya.
Menanggapi hal ini, Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kepri, Bagus Handoko, memastikan pasokan elpiji subsidi di Batam sejauh ini tidak ada kendala.
“Kita tidak ada kendala suplai. Jika ada kesulitan, kemungkinan karena adanya kenaikan konsumsi. Kami akan cek langsung di lapangan,” ujarnya.
Menurut Bagus, peningkatan konsumsi bisa dipicu oleh pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Batam. “Indikasi kenaikan konsumsi di sektor UMKM, maraknya UMKM baru di Batam juga bisa jadi pencetusnya,” jelasnya.
Bagus menambahkan, distribusi sempat mengalami hambatan teknis pada Sabtu (30/8) pagi. Namun ia menegaskan, alokasi mingguan elpiji sudah kembali tersalurkan penuh. “Sudah 100 persen tersalurkan. Harusnya stok aman,” tegasnya. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK