Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Siapa yang tidak tahu dengan Taylor Swift? Penyanyi luar biasa ini yang dikabarkan baru-baru menjalin ikatan pertunangan dengan Travis Kalce, sebuah rumor yang mengejutkan para pengemar dan dunia hiburan.
Meski demikian, penyanyi yang berasal Amerika Serikat ini, bukan hanya sekadar penyanyi dengan lagu-lagu hits yang banyak digandrungi anak-anak muda zaman sekarang.
Wanita kelahiran 13 Desember 1989 ini merupakan simbol inspirasi yang nyata bagi anak-anak muda terkhususnya di Indonesia sebagai salah satu negara yang banyak mendengarkan karyanya.
Dari kisah jatuh bangun karier, kejujuran dalam setiap lirik, hingga sikapnya sebagai panutan, Swift membuktikan dirinya sebagai figur yang relevan bagi beberapa generasi. Tidak hanya anak muda, bahkan orang dewasa pun menemukan kekuatan melalui karyanya.
Dilansir dari Dazed Digital dan The10Principle, berikut tujuh alasan mengapa Swift jadi idola anak muda:
1. Kejujuran yang Membumi
Melansir dari Dazed Digital (2023), Swift dikenal dengan lirik yang jujur dan penuh emosional. Seorang peneliti dari University of Kansas, Brian L. Donovan mengatakan bahwa Swift mampu mengibah pengalaman pribadinya menjadi sesuatu yang universal. Dengan lirik-lirikna sering terasa seperti cermin kehidupan sehari-hari para penggemar.
2. Mengubah Luka Menjadi Karya Nyata
Bagi banyak anak muda, Swift mengajarkan bahwa kesedihan itu tidak selalu buruk dan tidak harus disembunyikan, melainkan bisa menjadi bahan bakar untuk berkarya.
Dengan lagu-lagu patah hati yang diciptakan tidak hanya curahan rasa, tetapi juga sebagai bentuk penyembuhan diri luka. Sehingga, kebanyakan lirik-lirik lagunya relate dengan kehidupan anak muda zaman sekarang yang identik dengan putus cinta, patah hati dan kesehatan mental.
3. Evolusi Kreatif yang Konsisten
Dari musik country, pop, folk, hingga alternative musik, Swift tidak pernah takut untuk mencoba dan bereksperimen. Evolusinya menjadi contoh bahwa perubahan merupakan bagian alami dari perjalanan hidup.
Dilansir dari Dazed Digital (2023), seorang penggemar Bernama Lauran menyebutkan bahwa perubahan Swift sebagai bukti nyata bahwa kita bisa terus tumbuh dan berkembang meski sempat jatuh.
4. Idola dengan Nilai Positif
Dilansir dari Dazed Digital (2023), seorang ahli psikologi fandom, Dr. Gayle Stever mengatakan bahwa fans mengidolakan seseorang tidak hanya karena bakatnya, tetapi juga karena kualitasnya sebagai panutan. Swift tidak hanya memiliki bakat dalam bernyanyi tetapi juga memiliki aura yang positif, menarik dan rendah hati.
5. Individu yang Dekat dengan Penggemar
Swift juga memiliki fandom yang diberi nama Siwfties, sebuah komunitas penggemar yang menyukai music, lirik, dan kepribadian Taylor Swift.
Dengan menjaga citranya tetap stabil, dan tidak membangun jarak dengan kemewahan berlebihan, namun Swift menampilkan sisi manusiawi yang “goofy” dan hangat. Hal inilah yang membuat fans merasa dekat seakan berteman dengannya.
6. Kecerdasan dalam Mengendalikan Karier
Melansir dari The10Principle (2024), dikatakan bahwa Swift bukan hanya sekadar menyampaikan kisah sedih dalam setiap lirik lagunya, namun juga memberikan resolusi melalui lagu tersebut. Banyak pendengar merasa “sembuh” setelah menyelami kisah-kisah emosionalnya yang berakhir kuat dan penuh harapan.
7. Koneksi Emosional yang Mendalam
Swift menciptakan ruang emosional bagi para penggemarnya yang membuat para penggemar terutama anak muda tidak merasa sendirian. Hubungan emosional ini bisa dilihat ketika banyak penggemar rela berkemah berhari-hari hanya untuk bisa merasakan momen bersama dengan idola mereka secara langsung.
Swift tidak hanya sekadar penyanyi. Ia adalah contoh nyata bagaimana kejujuran, kreativitas, keberanian, dan empati membentuk sosok yang pantas diidolakan, terutama oleh generasi muda.
Kaba mengenai pertunangannya boleh menarik, tapi warisan nyata Swift adalah transformasi emosinya menjadi inspirasi yang tak lekang oleh waktu. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : IMAN WACHYUDI