Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Gelombang aksi unjuk rasa yang merebak di berbagai daerah Indonesia dinilai sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan. Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, pun angkat bicara mengenai situasi tersebut.
Mahfud menegaskan bahwa aparat perlu segera mengambil langkah penyelesaian. Meski begitu, ia tetap menghargai aksi protes masyarakat apabila dilandasi kekecewaan terhadap kinerja pemerintah.
“Kita memahami, kalau protes diperkeras itu wajar. Tetapi kondisi yang terjadi sekarang tampaknya sudah melampaui batas,” ujar Mahfud melalui akun Instagram pribadinya, @mohmahfudmd, Minggu (31/8).
Menurut Mahfud, eskalasi demonstrasi dinilai berlebihan karena telah menelan korban jiwa. Ia mencontohkan kasus tewasnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang tertabrak kendaraan taktis Brimob.
Di Makassar, kerusuhan berujung pada tiga korban tewas dan pembakaran gedung DPRD. Sementara itu, di Bandung, aparat kepolisian justru menjadi sasaran amukan massa hingga berlari pontang-panting, bahkan ada yang ditangkap dan dianiaya.
“Ini sudah tidak sehat. Di Jakarta juga beredar video sekelompok Brimob yang menangkap seorang demonstran, lalu dibawa ke atas flyover dan dipukuli secara brutal,” ungkap Mahfud.
Ia juga menyebutkan banyak polisi kini terbaring di rumah sakit akibat luka serius, bahkan ada yang diculik dan disiksa hingga wajah serta tubuhnya rusak parah.
Kerusakan juga terlihat di sejumlah titik. Saat hendak menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Mahfud menyaksikan puing bangunan dan bangkai kendaraan akibat penjarahan.
“Oleh karena itu, mari kita pahami bersama bahwa keadaan ini tidak baik dan harus segera kita akhiri, secepat mungkin agar tidak meluas,” tegasnya. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO