Buka konten ini

Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un pekan ini akan menjalani panggung diplomatik multilateral pertamanya sejak berkuasa pada akhir 2011. Ia dijadwalkan menghadiri parade militer di Lapangan Tiananmen, Beijing, sekaligus bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
Sejumlah analis di Korea Selatan menyebut Kim kemungkinan besar memilih kereta hijau khususnya dibanding pesawat pribadi Chammae-1. Perjalanan dengan kereta itu bisa memakan waktu hingga 20 jam.
Ikuti Jejak Sang Kakek
Sejak menggantikan ayahnya, Kim belum pernah hadir dalam forum multilateral. Kehadirannya di Beijing kali ini mengulang langkah kakeknya, Kim Il-sung, yang pernah menghadiri parade militer di kota yang sama pada 1959. Menurut laporan Rusia yang mengutip pejabat Kremlin, Kim akan duduk di sisi kiri Xi, sementara Putin di sisi kanan.
Abaikan Diplomasi Korsel-AS
Agenda Kim muncul hanya beberapa hari setelah Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Washington (26/8). Langkah Kim dianggap sebagai sinyal bahwa ia tidak tertarik membuka jalur diplomasi dengan Seoul maupun Washington.
Perkuat Poros 3 Negara
Para pengamat menilai kunjungan ini bertujuan memperbaiki hubungan Korut dengan Tiongkok yang sempat renggang. Selain itu, momen pertemuan juga dipandang sebagai langkah antisipasi jelang berakhirnya perang Rusia–Ukraina yang bisa mengalihkan fokus Moskow ke Eropa Barat.
“Kunjungan Kim menyiratkan niat untuk memperkuat solidaritas Korut–Tiongkok, Korut–Rusia, serta segitiga Korut–Tiongkok–Rusia. Semua itu untuk menghadapi tekanan negara-negara Barat, di saat ketiganya sama-sama berada di bawah sanksi,” ujar Lim Eul-chul, profesor dari Institut Studi Timur Jauh Universitas Kyungnam. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : MOHAMMAD TAHANG