Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Maraknya aksi demonstrasi yang berujung ricuh di sejumlah kota besar di Indonesia membuat agenda kunjungan kerja (kunker) anggota DPRD Batam dibatalkan. Kericuhan, perusakan fasilitas umum, hingga penjarahan di beberapa wilayah menjadi alasan utama penundaan.
Seharusnya, belasan anggota dewan berangkat ke Surabaya dan Jakarta pada Minggu (31/8) pagi. Namun, situasi nasional yang memanas membuat jadwal itu ditunda.
Ketua DPRD Batam, Kamaluddin, membenarkan pembatalan tersebut saat dikonfirmasi Batam Pos, kemarin.
“Iya benar, memang kami batalkan. Situasi sedang genting, jangan sampai meninggalkan kota sendiri. Jadi kami sepakat untuk menunda,” ujarnya.
Legislator yang batal berangkat itu terbagi dalam dua kelompok, yakni Panitia Khusus (Pansus) Perdaduk dan Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Batam. Kamaluddin menegaskan, keberadaan anggota dewan di Batam jauh lebih penting pada kondisi sekarang.
“Demi menjaga Batam tetap kondusif, sepantasnya anggota DPRD Batam berada di kota ini. Batam adalah rumah bersama, yang wajib kita jaga, rawat, dan bangun bersama. Kota ini harus tetap aman dan nyaman dari segala bentuk tindakan anarkis,” tegas pengurus NasDem Provinsi Kepri tersebut. (***)
Reporter : Galih Adi Saputro
Editor : RATNA IRTATIK