Buka konten ini

Dikha dan Dapi termasuk dalam 11 tukang tari pacu jalur yang diundang mengikuti perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di Istana Merdeka pada 17 Agustus lalu. Seperti Dikha, Dapi juga punya gerakan khusus sebagai tukang tari di atas perahu yang melaju.
KEDUA “kawan lama” itu saling bersalaman dan berpelukan, sebelum kemudian Melly Mike, rapper asal Amerika Serikat, menghadiahi sang teman Rayyan Arkan Dikha — bocah asal Kuantan Singingi (Kuansing), Riau — sebuah Nintendo.
”Saya sangat senang bisa bertemu dengan Dikha, dan kami akan naik boat (jalur atau perahu, red) nanti bersama,” ungkap Mike, yang melejit lewat lagu “Young Black & Rich”, di sela acara sambutan kedatangannya di Teluk Kuantan, ibu kota Kuansing, Minggu (24/8).
“Kawan lama” harus diberi tanda kutip karena meski mereka sudah lama kenal — bahkan pernah berkolaborasi di TikTok — keduanya belum pernah bertemu langsung. Baru sebatas di dunia maya.
Mike, yang mulai dikenal lewat “Murder on My Mind”, tiba kemarin di Teluk Kuantan dan disambut di rumah dinas Bupati Kuansing Suhardiman Amby. Ikut menyambut Gubernur Riau Abdul Wahid dan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan.
Mike mengisi acara puncak penutupan Festival Pacu Jalur 2025 di Teluk Kuantan kemarin. Festival ini menyedot perhatian seiring populernya pacu jalur dengan aksi Dikha (11), sebagai tukang tari perahu, yang turut memunculkan istilah “aura farming”.
Kalau diterjemahkan bebas, aura farming berarti seseorang yang karismatik atau melakukan sesuatu yang dianggap keren secara berulang-ulang. Jalur Tuah Khogi Dubalang Ghajo — jalur atau perahu tempat Dikha menjadi tukang tari — memang sudah tersisih.
Tapi, daya tariknya tetap menjadi magnet yang membuat banyak orang berdatangan menyaksikan festival tahunan tersebut.
Meski sebenarnya, di luar Dikha, banyak tukang tari lain yang juga punya aura kebintangan. Salah satunya Dapi Fadhillah, tukang tari Jalur Alam Cahayo Tuah Nagori.
Keinginan Sedari Kecil
Selain Dikha, ada 11 tukang tari lain yang diundang ke Istana Merdeka dalam perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia ke-80 pada Minggu (17/8) lalu. Dapi termasuk di dalamnya.
Undangan itu menjadi pengakuan terhadap kemampuan bocah 10 tahun tersebut sebagai tukang tari di perahu yang melaju dalam tradisi pacu jalur — perlombaan perahu di Kuansing yang sudah berusia lebih dari satu abad.
”Saya senang menjadi anak si tukang tari, dari dulu ingin,” kata Dapi, didampingi ibu angkatnya Mittra Rianda Putri, kepada Riau Pos (grup Batam Pos), Kamis (21/8) di kajang (tenda) jalur.
Dapi adalah anak sulung dari dua bersaudara, pasangan Novariani dan Eka Saputra. Ibunya berjualan sayuran di pasar dagang dan bapaknya membuka usaha warung kopi.
Kalau Dikha memiliki tarian Togak Luan Tembak-tembak Putar-putar Tangan Jalur, Dapi rupanya juga tak kalah lincah. Ia dikenal punya gerakan tarian pamungkas: tarian Sinshow.
Kepandaiannya menari didapat secara otodidak — dari menonton pacu jalur, media sosial, YouTube, dan televisi.
”Bangga sekali bisa diundang ke Istana Merdeka,” katanya.
Sudah banyak sekali prestasi yang diraih Dapi bersama jalurnya. Pada 2023, misalnya, ia berhasil meraih Juara II di Gumanti, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.
Lalu pada 2024, meraih juara I tingkat rayon di Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuansing. Setahun kemudian, juara III tingkat rayon di Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuansing.
Masih di tahun yang sama, juga menjadi Juara I tingkat rayon di Kecamatan Benai, Kabupaten Kuansing.
Tahun 2024 benar-benar menjadi momen meraih prestasi bagi Dapi. Di tahun tersebut, ia tercatat menjadi Juara III tingkat rayon di Kecamatan Sentajo Raya, Kuansing.
”Mudah-mudahan Dapi dan Jalur Alam Cahayo Tuah Nagori bisa semakin berprestasi ke depannya,” sebut Mittra. (***)
Reporter : DESRIANDI CHANDRA
Editor : RYAN AGUNG