Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam mencatat, sepanjang Januari hingga Agustus 2025 jumlah pencari kerja yang mendaftar mencapai 18.782 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.506 orang berhasil ditempatkan di berbagai perusahaan. Sementara total lowongan kerja yang tersedia mencapai 11.840 posisi.
Plt Kepala Disnaker Batam, Nurul Iswahyuni, mengatakan tren pencari kerja di Batam masih sangat tinggi seiring pertumbuhan investasi dan geliat industri yang terus berlangsung. Meski begitu, belum semua pencari kerja bisa terserap di dunia usaha.
“Data yang kami himpun hingga Agustus menunjukkan ada 18.782 pencari kerja, dengan penempatan 8.506 orang. Angka ini memang belum ideal karena jumlah pencari kerja lebih besar dibanding penempatan. Namun, hal ini juga menunjukkan Batam tetap menjadi magnet bagi pencari kerja,” ujarnya, Kamis (28/8).
Berdasarkan data Disnaker, jumlah pencari kerja terbanyak tercatat pada Mei 2025, yakni 4.231 orang. Sementara yang terendah pada Maret dengan 1.540 orang.
Untuk penempatan kerja, puncaknya terjadi pada Juni 2025 dengan 2.466 orang, disusul April 1.741 orang, serta Februari 873 orang. Sedangkan penempatan terendah terjadi pada Juli dengan hanya 1.387 orang. Adapun lowongan kerja terbanyak tersedia pada Juli dengan 2.630 posisi, diikuti Juni 2.586 posisi, dan Mei 2.155 posisi.
Nurul menegaskan, tingginya angka pencari kerja menunjukkan Batam masih dipercaya sebagai kota tujuan untuk mengadu nasib. Hal ini sejalan dengan semakin banyaknya perusahaan baru yang membuka pabrik dan fasilitas produksi di kawasan industri Batam.
“Batam masih menjadi pusat industri di kawasan barat Indonesia. Setiap bulan ada ribuan orang yang mendaftar, baik dari Batam sendiri maupun dari luar daerah,” jelasnya.
Namun, ia mengingatkan tantangan utama yang dihadapi pencari kerja adalah persaingan kualitas dan keterampilan. Banyak perusahaan membutuhkan tenaga kerja terampil sesuai spesifikasi industri yang semakin modern.
“Perusahaan tidak hanya melihat jumlah, tapi juga kualitas. Karena itu kami mendorong pencari kerja untuk meningkatkan kompetensi, baik melalui pelatihan kerja di BLK, pelatihan swasta, maupun sertifikasi keahlian,” tambahnya.
Untuk menjembatani kebutuhan tenaga kerja dan perusahaan, Disnaker Batam rutin menggelar kegiatan Job Fair. Salah satunya Job Fair Batam 2025 yang berlangsung pada 5–7 Agustus lalu, menyediakan 1.285 lowongan kerja.
“Dari Job Fair kemarin, sudah ada puluhan orang yang diterima bekerja, sementara lainnya masih dalam proses seleksi. Data final akan kami rilis pada Oktober mendatang,” kata Nurul.
Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan asosiasi pengusaha untuk memperluas akses lowongan kerja, sekaligus memfasilitasi pelatihan vokasi. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK