Buka konten ini

BOLOGNA (BP) – Dua pembalap Ducati Marc Marquez dan Francesco Bagnaia menunjukkan performa cukup kontras di MotoGP musim ini. Saat Marc mendominasi dengan tujuh kemenangan beruntun, Bagnaia justru harus puas finis di posisi delapan dan sembilan dalam dua balapan terakhir di Sirkuit Red Bull Ring (17/8) dan Balaton Park (24/8).
Meski sama-sama kesulitan dengan mesin GP25 di awal musim, tapi Marc mampu menunjukkan adaptasi yang baik. Marc kini tinggal menunggu waktu untuk meraih gelar juara dunia MotoGP ketujuh. Menyisakan delapan seri tersisa, Marc telah meraih 455 poin, unggul dua kali lipat dari Pecco -sapaan Bagnaia- yang berada di posisi ketiga klasemen dengan 228 poin.
Ketimpangan performa itu memunculkan spekulasi, bahwa Marc menyimpan ‘data rahasia’ GP25 yang tidak diketahui Bagnaia. Meski begitu, rumor tersebut ditepis oleh kepala mekanik Marc Marquez, Marco Rigamonti.
“Kami, sebagai tim, selalu bekerja sama, dan saling membantu,” kata Rigamonti kepada Diario AS.
Menurut Rigamonti keterbukaan dalam berbagi data justru jadi kunci Ducati bisa mendominasi sejauh ini.
“Itu membantu meningkatkan level motor. Jika Ducati mencapai level seperti saat ini, itu karena mereka mendapat informasi dari semua orang untuk mencapai titik ini. Jika ada rahasia antar motor atau pembalap, Ducati akan berada di level yang lebih rendah,’’ ujarnya.
Namun, Ducati sebenarnya juga mengalami penurunan dalam beberapa balapan terakhir. Selain Bagnaia, Alex yang bergabung Gresini Ducati juga hanya finis di posisi 10 dan 14 dalam dua balapan terakhir.
Rekan satu tim Alex, Fermain Aldeguer jadi satu-satunya pembalap Ducati selain Marc yang mampu finis di podium dalam tiga race terakhir. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG