Minggu, 15 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Sambil Kerja Kuli Bangunan, Rajin Ngonten, Kini Punya Satu Juta Pengikut

Mengenal Sosok Arifin, Kreator Konten Disabilitas

Keterbatasan bukanlah halangan untuk berkarya bagi Muhammad Arifin, 45, warga asal Bojonggede, Kabupaten Bogor. Meski memiliki disabilitas dan bekerja sebagai tukang bangunan, ia kini dikenal sebagai kreator konten inspiratif yang karyanya telah ditonton jutaan orang di media sosial.

ARIFIN telah menekuni dunia konstruksi sejak tahun 2000. Namun pada 2015, mu­sibah besar menimpanya. Warga Desa Waringin Jaya, Kecamatan Bojonggede, ini mengalami kecelakaan kerja akibat tersengat listrik saat sedang bekerja. Peristiwa tersebut mengakibatkan tangan kanannya harus diamputasi setelah menjalani operasi di rumah sakit.

Meski sempat terpukul, Arifin tidak berlarut dalam kesedihan. Ia tetap melanjutkan pekerjaan sebagai tukang bangunan sembari iseng merekam aktivitasnya dengan kamera ponsel. Tak disangka, video sederhana yang ia unggah mendapat respons positif dari warganet.

“Dulu sih awalnya iseng saja, pas lagi kerja dan kebetulan ada waktu senggang, eh ternyata respons penonton cukup bagus,” ujarnya kepada Radar Bogor, Rabu (27/8/2025).
Konten yang dibuat Arifin mayoritas berkaitan dengan perawatan rumah, mulai dari menambal kebocoran, memasang keran, hingga tips memperbaiki pintu. Ide tersebut muncul karena Arifin sadar bahwa hampir semua orang memiliki rumah, tetapi tidak semua orang mampu membayar jasa tukang.

Sejak aktif membuat konten pada 2018, tepat sebelum pandemi, karya Arifin semakin banyak dilirik. Meski sempat merasa minder karena merasa berbeda dengan kreator lain yang tampil rapi di layar, dukungan dari penonton membuatnya semakin percaya diri.
“Awalnya saya bahkan nggak berani bicara di depan kamera, cuma nunjukin media kerjanya saja. Karena minder, saya nggak tampilkan muka,” ucap Arifin.

Namun, dukungan penonton yang merasa terbantu justru mendorongnya untuk lebih percaya diri. Arifin mulai menggunakan narasi voice over untuk menjelaskan proses pengerjaan agar lebih mudah dipahami.
“Saya bikin skrip dulu biar jelas. Jadi yang penting orang bisa mengerti cara kerjanya, bukan melihat siapa saya,” katanya.

Selain mendapat apresiasi, Arifin kini juga merasakan manfaat finansial. Pertama kali, ia berhasil meraup Rp2,4 juta dari hasil akumulasi beberapa bulan. Bahkan, ia sempat meraih cuan hingga Rp6 juta dari endorsement yang masuk ke sosial medianya.

Kini, Arifin rutin membagikan karyanya melalui YouTube dan Instagram Disabilitas Punya Cara. Dalam seminggu, ia bisa mengunggah dua hingga tiga konten, bahkan setiap hari jika ada waktu luang.
Bagi Arifin, menjadi kreator konten bukan hanya untuk mencari uang, melainkan juga sebagai sarana untuk belajar dan berbagi ilmu. Ia bahkan sering mendapat masukan dari penonton yang membuatnya semakin terampil.

“Jadi bukan hanya orang lain yang belajar, saya pun ikut belajar. Dari situ saya semakin semangat untuk terus berkarya,” pungkasnya.

Kisah hidup Arifin menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah hambatan. Dengan semangat dan konsistensi, ia berhasil menjadikan kekurangan sebagai kekuatan. Dari seorang tukang bangunan yang kehilangan tangan, Arifin kini tumbuh menjadi kreator konten inspiratif yang memberi manfaat bagi banyak orang. (***)

Reporter: Muhammad Ali
Editor: Mohammad Tahang