JAKARTA (BP) – Publik kembali dibuat kecewa dengan ulah para wakil rakyatnya di Senayan. Di tengah gejolak politik dan aksi demonstrasi yang berlangsung di depan Gedung DPR RI pada 25 dan 28 Agustus 2025, para anggota dewan ternyata sedang ramai-ramai lawatan ke luar negeri.
Hal ini turut menjawab mengapa tak ada perwakilan DPR yang mau menerima pendemo di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada 25 Agustus maupun 28 Agustus 2025 lalu. Kondisi ini yang kemudian membuat pendemo kian murka.
Kabar lawatan para anggota dewan ini tersebar luas di media sosial. Di akun X @tanyarlfes misalnya. Terungkap jadwal kunjungan kerja (kunker) Komisi XI ke Australia. Komisi yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan nasional, moneter, dan sektor jasa keuangan itu disebutkan tengah melakukan kunker ke Negeri Kanguru tersebut mulai 26 Agustus-1 September 2025. Ya, sehari setelah aksi unjuk rasa pertama di depan Gedung DPR RI, mereka terbang menuju Sydney.
Ada yang menarik dari jadwal yang tersebar tersebut. Para anggota dewan ternyata tak hanya sekadar kunjungan kerja ke kantor Australia National Audit Office (ANAO), bertemu awardee LPDP di Australia, ataupun kunjungan Australia Payment Network (AusPayNett) saja. Ada selipan-selipan kunjungan wisata.
Di hari kelima misalnya, disebutkan jika Komisi XI DPR akan mengikuti mini marathon. Kemudian para wakil rakyat itu akan istirahat makan siang di Blue Mountain Cafe. Selanjutnya, mereka juga terjadwal mengunjungi tempat wisata Scenic World dan Echo Point di Katoomba, New South Wales. Sebuah tempat wisata alam terkenal yang tiket masuknya bisa mencapai Rp 1 juta per orang.
Tak hanya itu, para anggota dewan ini juga dijadwalkan menghadiri acara Sydney Marathon pada hari keenam atau Minggu (31/8).
Berkegiatan di luar negeri ini juga dilakukan beberapa anggota lainnya. Merujuk pada unggahan nodgeplus, terpantau jika Anggota Komisi X Lita Machfud juga tengah berada di Vietnam, kemudian Anggota Komisi IV Cyndy Monica tengah memetik buah dan bunga dengan background suasana di luar negeri.
Dikonfirmasi atas jadwal lawatan yang beredar, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, membenarkan adanya kunker ke Australia pada 26 Agustus-1 September 2025. Menurutnya, kunjungan ini merupakan agenda kunjungan kerja Komisi dan Panja Rancangan Undang-Undang tentang Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan (RUU P2SK).
Menurut dia, pihaknya harus berangkat lantaran menurut agenda dan jadwalnya RUU P2SK harus diselesaikan di Panja pada 8 September 2025. ”Agendanya sudah lama dijadwalkan, jauh sebelum ada peristiwa demo di Jakarta,” ujarnya saat dihubungi Sabtu (30/8).
Pada kunjungan kerja ini, kata dia, Komisi XI tidak sendiri. Tapi bersama mitra kerjanya, yakni Bank Indonesia, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan, Bank BNI, dan Bank BTN.
Ia pun menampik soal adanya agenda wisata dalam kunker yang dilakukan pihaknya. Termasuk, hadir di Sydney Marathon. Dia menduga itinerary yang beredar di media sosial dibuat oleh pihak travel agent. Bukan oleh pihak Sekretariat Komisi XI DPR RI. ”Dugaan saya itu itinerary yang dibuat oleh pihak travel agent yang di-hire oleh pihak di luar Komisi XI dan isinya itu tanpa sepengetahuan Komisi XI. Komisi XI tidak tahu menahu serta tidak bertanggung jawab dengan isi itinerary tersebut. Karena sejak awal Komisi XI tidak ada agenda tersebut,” paparnya.
Adapun kota yang dikunjungi adalah Canberra dan Sydney. Di Canberra, delegasi bertemu dengan Dubes RI di Canberra dan para mahasiswa Indonesia penerima Beasiswa LPDP. Karena LPDP merupakan bagian dari Kementerian Keuangan, dan sebagai lembaga pengelolaan dana abadi pendidikan maka Komisi XI ingin mengetahui secara langsung apakah proses penyaluran beasiswa ini berjalan sesuai. Selain itu, mereka juga bertemu dengan Australian National Audit Office (ANAO) di kantor ANAO di Canberra.
Sementara itu, di Sydney, Komisi XI melakukan kunjungan ke Australia Payment Network (AusPayNett) di Sydney (28/8). Kunjungan ini untuk mengetahui bagaimana Australia sebagai negara yang menerapkan national system payment perbankan mereka sebagai organisasi self regulatory body yang terpisah dari bank sentral Australia. Termasuk, mempelajari penggunaan teknologi dan digitalisasi sistem pembayaran penggunaan QRIS atau tap NFT yang banyak dipraktekkan secara berbeda-beda pada skala teknologi pada industri dan pihak regulator.
”Payment sistem ini menjadi penting karena bank HIMBARA seperti BNI dan BTN baru saja menerapkan digital bank mereka dengan Wonder untuk BNI dan Bale untuk BTN. Sebelumnya lebih dulu Livin diaplikasikan dari Bank Mandiri dan BRIMo oleh Bank BRI,” jelasnya.
Adapula pertemuan antara Komisi XI bersama Bank Indonesia dengan Reserve Bank of Australia (RBA) Bank Sentral Australia. Topik diskusinya mencakup penerapan national payment gateway dalam rangka cross border transaction dan membuka peluang kerja sama QRIS Indonesia untuk bisa dipakai di Australia.
Bukan hanya anggota dewan, Presiden Prabowo Subianto kabarnya juga akan kunker ke luar negeri. Presiden diisukan akan menghadiri undangan Tiongkok dalam rangka parade militer besar-besaran pada 3 September 2025.
Dikutip dari laman resmi Xinhua, Sabtu (30/8), acara ini sekaligus menandai ulang tahun ke-80 kemenangan Tiongkok melawan agresi Jepang dan kemenangan melawan fasisme. Asisten Menteri Luar Negeri RRT, Hong Lei, mengungkapkan, 26 pemimpin negara lain akan hadir di parade militer ini. Seperti Kamboja, Vietnam, Laos, Indonesia, Malaysia, Mongolia, Pakistan, Belarus, Serbia, Iran, dan Kuba.
Merespons hal tersebut, Founder Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) sekaligus Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI (Wamenlu) Dino Patti Djalal menyarankan agar presiden membatalkan rencana kunjungan luar negerinya. Presiden diharapkan tetap berada di Indonesia selama situasi di Tanah Air memanas.
”Mengingat situasi panas yang masih bergolak, hati rakyat yang sedang pedih dan gelisah, saya anjurkan Presiden batalkan kunjungan ke Tiongkok minggu depan,” tuturnya dalam akun X-nya.
Kalau pun harus ada perwakilan Indonesia, Mantan duta besar RI untuk Amerika Serikat (AS) ini menyarankan agar kehadiran presiden dapat diwakilkan. Mandat ini bisa diberikan pada Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono.
”Ini momen di mana Presiden perlu berada di Tanah Air di tengah rakyatnya yang sedang galau. Keluar negeri sekarang ini tidak penting,” tegasnya.
Tas Mewah hingga Jam Tangan Digondol Massa
Ahmad Sahroni mencuri perhatian publik luas setelah membuat pernyataan kontroversial dengan menyebut kata ’tolol’ pada pendemo yang meminta DPR dibubarkan secara emosional gara-gara menaikkan tunjangan.
Banyak orang marah kepada politikus Partai Nasdem itu. Karena pernyataannya yang dinilai tidak disaring. Akibatnya, Ahmad Sahroni yang dikabarkan kabur ke Singapura, rumahnya digeruduk sejumlah massa. Bahkan aksi massa berlangsung hingga Sabtu malam (30/8). Massa yang berdatangan ke rumah politisi Partai NasDem tersebut menggondol sejumlah barang. Mulai tas hingga jam tangan mewah.
Berdasarkan pantauan di sekitar rumah Sahroni yang berada di wilayah Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut) itu, warga yang tinggal tidak jauh dari rumah Sahroni tampak hanya melihat massa yang keluar masuk membawa aneka barang tersebut. Mereka berjalan sambil sesekali berteriak. ”Cair, cair, cair,” kata massa sambil melenggang dengan barang bawaannya.
Barang-barang yang diambil dari rumah mantan Wakil Ketua Komisi III DPR itu pun bermacam-macam. Misalnya TV berukuran besar, kursi dan sofa, meja, hingga barang-barang berukuran kecil namun ditengarai berharga cukup tinggi seperti tas dan jam tangan mewah.Aksi tersebut terus berlanjut meski beberapa aparat berseragam TNI berdatangan ke lokasi. Massa tetap santai mengakut barang-barang dari rumah Sahroni. Termasuk potongan-potongan action figure Iron Man dan Spiderman.
Sesekali warga yang menyaksikan penjarahan itu pun berteriak.” Wuuu kaki Iron Man tuhhh,” kata warga.
Penjarahan di rumah Sahroni berlangsung sejak sekitar pukul 15.00 WIB. Aksi tersebut bermula dari massa yang berdatangan ke area rumah bendahara umum Partai NasDem tersebut. Massa sempat meneriaki rumah yang dijaga oleh seorang petugas tersebut dengan nasa marah. ”Sahroni banci, Sahroni banci, Sahroni banci,” teriak massa.
Selain itu, kabarnya, Ahmad Sahroni kini berada di Singapura setelah jabatannya sebagai wakil ketua Komisi III DPR RI dicopot.
Salah satu pengguna media sosial menyatakan bahwa Ahmad Sahroni menginap di Fullerton Hotel Singapura, yang harga sewanya sanget bernilai fantastis.
”Ahmad Sahroni saat ini terpantau ada di Singapura, nginap di Fullerton Hotel, salah satu hotel termahal di kota termahal di dunia,” tulis pemilik akun Milan Diharjo di Threads.
Pengguna media sosial geram melihat gaya hidup Ahmad Sahroni gaya hidupnya kontras sekali dengan kehidupan rakyat yang diwakilinya. ”Dia menikmati pajak kita,” tambah pengguna media sosial tersebut.
Gedung DPRD Makassar Ludes Terbakar, Renggut 3 Nyawa
Sementara itu, aksi demonstrasi yang awalnya meledak di Jakarta ini kemudian meluas ke sejumlah kota besar seperti Surabaya, Bandung, Makassar, Solo, dan Yogyakarta. Di Makassar, Sulawesi Selatan, gedung DPRD Kota Makassar dibakar massa saat aksi unjuk rasa berlangsung, Jumat malam (29/8). Tiga orang dilaporkan tewas akibat terjebak di dalam gedung.
Dikutip dari Kaltim Post (grup Batam Pos), korban pertama adalah Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra) Kecamatan Ujung Tanah, Syaiful. Korban kedua, seorang anggota Satpol PP bernama Budi.
Keduanya kini berada di RS Grestelina, Makassar. Selain itu, ditemukan korban ketiga seorang wanita. Identitasnya hingga kini masih belum diketahui. ”Iya betul (Kasi Kesra Syaiful meninggal dunia),” ujar Camat Ujung Tanah, Amanda Syahwaldi, Sabtu (30/8). Amanda menjelaskan, Syaiful berada di Gedung DPRD Makassar karena menghadiri rapat paripurna mewakili dirinya. Saat api semakin besar, korban terjebak di lantai empat.
”Ini Kasi saya kodong, dia wakili ka di paripurna. Terjebak api, lompat ki turun. Astagfirullah,” tutur Amanda dengan suara bergetar.
Syaiful sempat mencoba menyelamatkan diri dengan melompat dari lantai empat. Namun nyawanya tak tertolong.
Diketahui, Gedung DPRD Makassar yang berada di Jalan Andi Pangeran Pettarani ludes terbakar. Ribuan warga turun ke jalan untuk menyaksikan langsung peristiwa itu.
Bahkan, beberapa di antaranya bersorak ketika terdengar suara letusan dari kendaraan yang terbakar di dalam area gedung. Belasan unit kendaraan turut hangus dilalap api.
Hingga Sabtu dini hari (30/8), tim gabungan masih melakukan proses pendinginan dan pencarian korban di lokasi. Aparat kepolisian juga terus menyelidiki penyebab kebakaran yang dipicu kericuhan massa. (*)
Reporter : jp group
Editor : Mohammad Tahang