Buka konten ini

Batu ginjal adalah endapan mineral dan garam yang terbentuk di dalam ginjal. Ginjal sendiri berfungsi sebagai penyaring racun dari darah dan membuang zat-zat sisa melalui urine. Batu ginjal ini bisa dicegah, salah satu caranya cukup minum air, maka risiko batu ginjal pun berkurang.

BATU ginjal dapat muncul di berbagai bagian saluran kemih, termasuk ginjal, ureter (saluran dari ginjal ke kandung kemih), kandung kemih, atau uretra.
Dokter spesialis urologi (saluran kemih) Rumah Sakit Awal Bros Batam, dr. Marzuki Panji Wijaya, Sp.U, mengatakan bahwa setiap manusia punya dua ginjal, kiri dan kanan. Meski demikian, jika salah satu terdapat batu ginjal, tidak otomatis kedua ginjalnya terkena batu ginjal. Bisa dua-duanya, namun tidak selalu.
“Yang menyebabkan batu ginjal itu biasanya kondisi tubuh secara keseluruhan, misalnya kita asam urat tinggi. Nah, otomatis asam urat di ginjal kanan sama kirinya tinggi nih. Tapi misalnya nilai yang muncul yang kanan, bisa dua-duanya kena, tapi enggak selalu begitu,” ujar dr Panji.
Lebih lanjut ia menjelaskan, pembentukan batu ginjal dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kurang minum air: sehingga urine yang pekat meningkatkan risiko terbentuknya batu.
Asupan garam dan kalsium berlebih, dimana garam berlebih memicu peningkatan kalsium dalam urine, yang dapat membentuk batu kalsium oksalat.
Kemudian asam urat tinggi: asam urat yang berlebihan dalam tubuh dapat menyebabkan batu ginjal jenis asam urat.
Batu ginjal juga bisa karena infeksi bakteri. Beberapa batu ginjal terbentuk akibat infeksi, seperti batu yang mengandung bakteri proteus.
dr Panji mengatakan bahwa pembentukan batu ginjal tersebut lebih dipengaruhi oleh gaya hidup atau life style. “Lebih ke life style sih. Dalam arti kata secara umum jika orangnya minumnya sedikit, sehingga dehidrasi. Kencingnya lebih sedikit, warnanya lebih pekat sehingga risikonya lebih tinggi jadi batu (ginjal),” jelas dia.
Pembentukan batu ginjal juga dipengaruhi oleh orang yang mengonsumsi sesuatu yang jadi bahan baku batu, misalnya konsumsi garam berlebihan. Garam biasanya waktu dikeluarkan dalam tubuh berusaha mengeluarkan. Itu biasanya dibawa kalsium. Nah, kalsiumnya itu yang bisa bikin batu, atau misalnya ibu-ibu usia lanjut mengonsumi suplementasi kalsium sembarangan. “Itu bisa meningkatkan (risiko). Otomatis banyak yang terbuang kan, yang terpakai cuma sedikit. Yang terbuang lewat pipis kandungan kalsium kencingnya itu banyak. Otomatis batu kalsium gampang terbentuk di situ, atau asam urat juga seperti itu sebenarnya,” tuturnya.
Faktor genetik atau kondisi bawaan tertentu juga dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal.

Jenis-Jenis Batu Ginjal
Batu ginjal memiliki beragam kandungan, di antaranya: Batu kalsium oksalat, batu kalsium fosfat, batu asam urat, batu akibat infeksi bakteri, dan batu sistin (jarang terjadi, biasanya karena kelainan genetik).
“Jadi, batu ginjal itu bermacam-macam. Jika ditanya bagaimana cara pencegahannya, otomatis kami bilang pola hidup secara umum karena masing-masing batu berbeda-beda (kandungannya),” kata Panji.
“Nanti ada intervensi kalau sudah tahu kandungannya apa. Mialnya harus mengurangi makan ini, mengurangi ini. Cuma secara umum kita harus banyak minum. Mau kandungannya apapaun ketika minumnya banyak, urinenya itu tidak terlalu pekat. Ketika urinenya tidak terlalu pekat, otomatis risiko batu ginjal gak terlalu tinggi,” terangnya.
Menurut dr Panji, idealnya tubuh manusia memerlukan mineral dalam sehari sebanyak 2 sampai 3 liter.
Gejala Batu Ginjal
Gejala batu ginjal bervariasi, tergantung pada ukuran dan lokasi batu. Pada tahap awal, batu ginjal mungkin tidak menimbulkan gejala. Namun, ketika batu mulai bergerak atau menyumbat saluran kemih, gejala yang bisa muncul meliputi: nyeri hebat di pinggang, perut, atau selangkangan. Urine berwarna gelap atau berdarah, sering ingin buang air kecil tetapi keluar sedikit, mual dan muntah. “Demam dan menggigil jika terjadi infeksi,” katanya.
Diagnosis dan Pengobatan
Batu ginjal didiagnosis melalui tes urine, pemeriksaan darah, serta pencitraan medis seperti USG atau CT scan. Pengobatan tergantung pada ukuran dan jenis batu, di antaranya: minum banyak air: untuk batu kecil, minum 2,5–3 liter air per hari dapat membantu mengeluarkannya secara alami. Terapi obat: Obat pereda nyeri dan obat yang membantu melarutkan batu ginjal bisa diberikan oleh dokter. Kemudian, ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy): Prosedur non-invasif dengan gelombang suara untuk menghancurkan batu ginjal. RIRS (Retrograde Intrarenal Surgery): Teropong kecil dimasukkan melalui uretra untuk menembak batu dengan laser. PCNL (Percutaneous Nephrolithotomy): Pembuatan lubang kecil di pinggang untuk mengangkat batu yang besar. Dan operasi terbuka: Dilakukan jika batu terlalu besar atau metode lain tidak berhasil.
“Panduan di Indonesia batu dengan ukuran kurang dari 15 mili, sebaiknya tetap dilakukan tata laksana aktif. Nah, aktifnya itu operasi. Operasi itu enggak semuanya dibelek, ada beberapa pilihan. Bisa SWL cuman ditempel uh lalu kemudian ditembak dari luar dengan gelombang suara. Jadi, istilahnya enggak sampai mondok, enggak sampai harus dibius total gitu. Durasinya sekitar satu jam,” imbuhnya.
Lanjutnya, jika batunya lebih besar tata laksananya bisa RIRS dan operasi terbuka.
Pencegahan Batu Ginjal
dr Panji memberikan langkah-langkah berikut yang dapat diterapkan untuk mencegah batu ginjal: Minum cukup air (2,5–3 liter per hari), konsumsi makanan rendah garam dan rendah oksalat (hindari bayam, cokelat, kacang-kacangan), batasi konsumsi suplemen kalsium tanpa rekomendasi dokter, kurangi makanan tinggi purin seperti jeroan dan daging merah untuk mencegah batu asam urat, konsumsi buah tinggi sitrat (seperti lemon dan jeruk) untuk mencegah pembentukan batu. “Dan jangan lupa rutin berolahraga untuk menjaga metabolisme tubuh,” ucapnya.
Dampak Kehilangan Satu Ginjal
Beberapa orang mempertimbangkan menjual ginjalnya, tetapi hal ini dapat berdampak pada kesehatan. Pasalnya, ginjal berperan penting dalam menyaring racun dari darah.
“Kehilangan satu ginjal dapat mengurangi kapasitas penyaringan tubuh, meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, dan memperbesar kemungkinan penyakit ginjal di kemudian hari,” kata dr Panji.
Panji menambahkan bahwa batu ginjal adalah kondisi yang bisa dicegah dengan pola hidup sehat, terutama dengan cukup minum air dan menjaga pola makan. Jika seseorang mengalami gejala batu ginjal, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat sebelum komplikasi lebih lanjut terjadi. (***)
Reporter : ANDRIANI SUSILAWATI
Editor : Mohammad Tahang