Buka konten ini


TANJUNGPINANG (BP) – Di bawah kepemimpinan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, kesehatan jiwa masyarakat Kepri menjadi salah satu atensi Pemprov Kepri. Karena ini, tentang bagaimana menjadikan warga di Provinsi ini kuat secara fisik, mental, spiritual dan sosial.
Sejak awal kepemimpinannya, Gubernur Ansar menjadikan kesehatan jiwa masya-rakat sebagai salah satu fokus dalam melahirkan sumber daya manusia yang tangguh. Hal ini tentunya selain penguatan pendidikan formal maupun upaya mencetak generasi muda yang siap bersaing melalui pendidikan vokasi.
“Secara berkelanjutan, kita sudah menyelesaikan beberapa bangunan strategis di kawasan Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Engku Haji Daud, Tanjunguban beberapa waktu lalu. baik itu untuk rawat inapnya dan juga beberapa fasilitas pendukung lainnya,” ujar Gubernur Ansar, Jumat (29/8) di Tanjungpinang.
Menurutnya, kehadiran RSJKO Engku Haji Daud di Tanjung Uban ini pun memperkuat komitmen Pemerintah Provinsi Kepri untuk menyediakan layanan kesehatan yang inklusif bagi seluruh masyarakat Kepri. Karena sebelumnya pasien dengan penyakit jiwa harus dirujuk ke Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan di RSJ.
”Karena kalau dirujuk ke Pekanbaru itu jauh sekali, belum tentu keluarganya bisa terus menemani. Sekarang di Tanjunguban jadi lebih dekat, tak perlu lagi sampai ke Pekanbaru,” jelasnya.
Selain itu, juga ada upaya penguatan mental, dengan melaksanakan Program Mubaligh Hinterland. Pemerintah Provinsi Kepri melalui Biro Kesejahteraan Rakyat menempatkan sebanyak 50 mubaligh di kawasan pesisir dan pelosok Kepri untuk peningkatan pemahaman keagamaan warga di kawasan hinterland.
Program dilaksanakan sejak 2023 itu dinilai terbukti ampuh untuk meningkatkan pemahaman masyarakat hinterland terhadap ilmu agama. “Masyarakat di kawasan hinterland juga menyatakan sangat membutuhkan keberadaan mubaligh,” paparnya.
Selain itu Pemprov Kepri juga fokus terhadap pembinaan keumatan yang tak terpisahkan dari kemajuan daerah. Lebih lanjut katanya, untuk memperkuat ini, Pemprov Kepri memberikan bantuan dana insentif bagi perangkat keagamaan serta dana hibah untuk rumah ibadah untuk pembinaan umat.
“Harus kita ketahui bahwa agama dan berbagai perangkatnya adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kemajuan bangsa,” tutup Gubernur Ansar.
RSJKO Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa
Sementara itu, Direktur RSJKO Engku Haji Daud Dr. Asep Guntur mengatakan, rumah sakit ini telah memiliki beragam layanan penanganan kejiwaan yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Di antaranya Assessment Terintegrasi Poliklinik Sub Spesialis Jiwa Anak dan Remaja dan Telekonsultasi Jiwa Online (TEJO).
“Ini bukti keseriusan lainnya, Pemprov Kepri melalui RSJKO Engku Raja Haji Daud. Meskipun ditengah keterbatasan, kami tetap berupaya memberikan pelayanan yang prima dengan langkah-langkah strategis,” ujar Asep Guntur.
Langkah-langkah strategis RSJKO Engku Raja Haji Daud itu pertama, Hotline Service. Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan layanan cepat tanggap terhadap permasalahan kesehatan iwa, RSJKO Engku Haji Daud menyediakan Hotline Service Jiwa yang dapat diakses oleh masyarakat luas. Melalui hotline 085930229000 melayani konsultasi awal.
Masyarakat dapat berbicara langsung dengan petugas kesehatan jiwa terkait keluhan psikologis, Krisis Intervention yaitu menangani kasus darurat seperti percobaan bunuh diri, gangguan perilaku akut maupun kondisi krisis psikologis. Di sini masyarakat juga dapat memperoleh informasi layanan mulai dari MMHS, TeJo, dan program edukasi kesehatan jiwa lainnya.
Rujukan Cepat bila diperlukan pasien segera diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan langsung dirumahsakit atau difasilitasi melalui layanan mobile.
Kedua, Mobile Mental Health Service (MMHS). Layanan bergerak untuk menjangkau hingga wilayah pelosok, dengan tenagaprofesional kesehatan jiwa yang siap memberikan pemeriksaan awal, konseling dan rujukan. Kegiatan ini berupa penjemputan pasien dan pemulangan pasien bagi keluarga yang tidak bisa mengantarkan ke RSJKO Engku Haji Daud.
Kegiatan ini sudah dilak-sanakan sejak Agustus 2024 lalu dan secara berkala dan rutin dilakukan di daerah Kabupaten Bintan. Untuk layanan MMHS dapat menghubungi Hotline Service 085930229000 di hari dan jam kerja.
Ketiga, Telekonsul Jiwa Online (TeJo). Ini adalah layanan konsultasi kesehatan jiwa berbasis daring (online) untuk mempermudah masyarakat mengakses psikolog/psikiater tanpa harus datang langsung ke rumah sakit. Layanan ini dikenakan biaya sesuai dengan Perda Tarif Retribusi 2024 yang berlaku. Untuk alur Layanan TeJo, masyarakat dapat menghubungi telepon (085264619347, 083130357000) pada hari dan jam kerja.
Langkah keempat adalah pemeriksaan Heart Rate Variable (HRV). Langkah ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini tingkat stres dan kondisi kesehatan mental seseorang, yang kemudian ditindaklanjuti dengan intervensi sesuai kebutuhan.
Kegiatan ini dilakukan di instansi/perusahaan untuk seluruh pegawai, dan tim RSJKO EHD bersedia untuk datang melakukannya langsung di tempat kerja/kantor pengundang. Untuk informasi kegiatan ini dapat menghubungi bagian informasi 08117001230 di hari dan jam kerja.
Program ” EHD Singgah di Sekolah” menjadi langkah kelima. Edukasi kesehatan jiwa yang menyasar pelajar tingkat SMA/SMK guna membangun kesadaran, mencegah masalah kejiwaan sejak dini serta menciptakan lingkungan belajar yang sehat secara mental yang telah dilaksanakan di sejumlah sekolah di Kepri.
Kegiatan berupa edukasi kesehatan jiwa anak dan remaja oleh Subspesialis Jiwa Anak dan Remaja dan juga dilakukan konseling langsung kepada anak yang memiliki indikasi gangguan kesehatan mental atas rekomendasi dari guru sekolah. Selain acara edukasi Program EHD Singgah di Sekolah ini dilakukan juga screening awal kesehatan jiwa remaja.
Langkah keenam, Bimtek (Bimbingan Teknis) Pengampuan Pelayanan Kesehatan Jiwa. RSJKO EHD adalah sebagai Rumah Sakit Pengampu Jiwa strata Utama di kepulauan Riau, untuk itu telah dilakukan Bimtek dengan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI-Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Pusat Kesehatan Jiwa Nasional (PKJN) Rumah Sakit marzoeki Mahdi Bogor.
Edukasi di Perguruan Tinggi menjadi langkah stategis ketujuh yang harus dilakukan. Selain menyasar pelajar, edukasi terkait upaya kesehatan jiwa remaja juga menyasar kepada mahasiswa. Dalam waktu dekat, (Jumat, 12September 2025) akan diadakan edukasi di Universitas Maritim Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang dengan Narasumber : dr.Lina Budiyanti., SpKJ., Subsp.AR dengan mengusung tema ”Membangun Generasi Tangguh”.
Langkah kedelapan atau terakhir, edukasi melalui Media Massa. Edukasi yang dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung (daring). Untuk edukasi secara tidak langsung telah dilakukan kerjasama dengan media online dalam menyebarluaskan informasi tentang kesehatan jiwa kepada masyarakat. (*)
Reporter : JAILANI
Editor : RYAN AGUNG