Buka konten ini

PARIS (BP) – Sebelum Kejuaraan Dunia 2025 berlangsung, PP PBSI melakukan prombakan untuk ganda putra. Tepatnya bagi Fajar Alfian/Rian Ardianto.
Keputusan tersebut tampaknya baik. Pasalnya, duet ber-akronim FajRi ini seolah kesulitan bersaing di top level. Salah satunya terlihat di Kejuaraan Dunia. FajRi terisih di babak 16 besar usai ditundukkan wakil Jepang Takuro Hoki/ Yugo Kobayashi (21-13, 11-21, 17-21) di Adidas Arena, Paris, Prancis.
Tak hanya FajRi. Satu wakil Indonesia lain, Bagas Maulana/Leo Rolly Carnando (GasLe) juga ditundukkan wakil Korea Selatan Kim Won Hoo/Seo Seung Jae (21-17, 9-21, 4-21).
Pengamat badminton Broto Happy prihatin dengan kegagalan ganda putra. Sebab, sektor ini tidak meloloskan wakil ke perempat final. Menurutnya, hasil ini sudah bisa diprediksi lantaran secara persiapan tidak begitu maksimal.
Fajar/Rian, misalnya. Dalam beberapa turnamen mereka absen karena Fajar berduet dengan M Shohibul Fikri. Sedangkan Leo disebutnya secara kondisi tidak begitu ideal setelah cedera yang diderita sebelumnya.
“Di Kejuaraan sebelumnya juga kan hasilnya kurang memuaskan di ganda putra. Waktu di China Open saja Fajar dengan pasangan baru (Fikir). Jadi harusnya sih ini sudah bisa ditebak,” katanya saat dihubungi.
FajRi Kurang Chemistry
Lantas, apakah bisa dikatakan performa FajRi sudah mentok untuk bersaing di top level? Broto menuturkan hal itu lantaran chemistry keduanya kurang karena dipisah.
“Kemarin Rian masih ngurus keluarga. Nggak sempat berlatih bareng (dengan waktu lama). Pemain ganda kan harus dua-duanya kan. Harus kompak. Jadi dari persiapan gak optimal. Pendek,” ujarnya.
Menurutnya hasilnya akan berbeda jika FajRi sejak awal tidak dipisah dan dalam turnamen yang diikuti sebelumnya bisa meraih gelar juara ataupun mentas di babak-babak akhir. “Mungkin cerita-nya akan lain,” bebernya.
Performa GasLe Bak Bumi dan langit
Untuk GasLe, kekalahan di game kedua dan ketiga yang mencolok harus jadi perhatian. “Jauh banget kan, itu menunjukkan bahwa kualitas dan performa saat itu bak bumi dan langit. Pemain ganda kalau rame kan belasan lah (skornya),” ujarnya.
Dia berharap GasLe bisa kembali gacor dan meramaikan persaingan dunia. Apalagi, mereka pernah meraih gelar juara di Korea Open 2024 dan runner up All Egland 2025. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG