Buka konten ini


BATAM KOTA (BP) – BP Batam mengklaim tengah berupaya mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah titik di Kota Batam. Melalui pembangunan dan normalisasi drainase, pekerjaan di lapangan ditargetkan selesai secara bertahap pada tahun ini.
Penegasan itu disampaikan saat peninjauan lapangan ke lima titik rawan banjir pada Jumat (29/8). Lokasi yang menjadi fokus perhatian meliputi Jalan Raja Haji Fisabilillah menuju kawasan Ocarina atau di seberang Sekolah Mondial, Bengkong; Jalan di Kawasan Sei Nayon, Bengkong; Jalan Perumahan Orchid Park; Jalan Raja Isa (Simpang Helm), serta kolam retensi di kawasan Simpang Kepri Mall.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menyebut penanganan banjir menjadi prioritas di tengah pesatnya pembangunan kota. Infrastruktur drainase yang andal, kata dia, sangat penting untuk menunjang investasi, mobilitas warga, dan keberlanjutan lingkungan.
“Kami berkomitmen mencari solusi terbaik dalam mengendalikan banjir di Kota Batam. Penanganan ini dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan pemerintah daerah, industri, dan masyarakat,” ujarnya.
Koordinasi juga dilakukan dengan pemilik utilitas bawah tanah agar penyesuaian teknis pembangunan drainase berjalan sesuai kebutuhan lapangan. “Pembangunan kota harus seiring dengan keberlanjutan lingkungan,” tambah Li Claudia.
Langkah BP Batam ini sekaligus memperlihatkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pihak swasta dalam menghadirkan infrastruktur yang lebih tangguh. Dengan target rampung bertahap tahun ini, manfaat nyata dari perbaikan drainase di berbagai titik rawan banjir bakal segera terasa.
Direktur Pembangunan Infrastruktur BP Batam, Boy Zasmita, menjelaskan bahwa banjir di beberapa titik terjadi akibat sedimentasi, penyempitan saluran (bottleneck), dan perlambatan aliran air karena banyaknya belokan menuju hilir. Kondisi tersebut menuntut penyesuaian dimensi saluran serta bangunan pelintas.
“Di titik Sekolah Mondial, sudah dilakukan pembangunan saluran ke arah laut bersama Pemko Batam dengan dukungan CSR industri. Pekerjaan ini ditargetkan selesai Oktober 2025,” ujarnya.
Selain itu, BP Batam telah mengidentifikasi kebutuhan saluran baru di sejumlah titik. Saat ini, salah satu saluran dengan panjang lebih dari 300 meter dan dimensi 10 x 3 meter sedang dalam tahap pembangunan. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar aliran air dan mencegah genangan saat musim hujan.
BP Batam juga menyiapkan pembangunan crossing jalan di beberapa lokasi serta kolam retensi di Simpang Kepri Mall. Penyesuaian bangunan pelintas dilakukan agar mampu menampung debit air sesuai catchment area.
Dengan normalisasi dan pembersihan saluran yang berjalan paralel, BP Batam optimistis sejumlah wilayah terdampak banjir dapat segera terbebas dari genangan.
“Kami ingin memastikan setiap pekerjaan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Boy. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : RATNA IRTATIK