Buka konten ini

NONGSA (BP) – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri memastikan harga beras di Batam dalam kondisi normal. Hal yang sama juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Kepri, seperti Karimun, Bintan, dan Tanjungpinang.
Direktur Krimsus Polda Kepri, Kombes Silvester Simamora, mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan beras di seluruh wilayah Kepri, termasuk Anambas dan Lingga.
“Dari segi ketersediaan, kami mencari jalan keluar bersama pihak terkait, seperti Karantina, Bea Cukai, dan Dinas Perindag. Di Batam sudah kami cek, harga beras dalam kondisi normal, bahkan di bawah HET,” ujar Silvester, Kamis (28/8).
Ia menambahkan, stabilnya harga beras di Batam diharapkan memberi efek positif bagi daerah lain di Kepri. Terkait melonjaknya harga beberapa waktu lalu di Karimun, Silvester menegaskan hal itu bukan disebabkan ulah spekulan.
“Tidak ada spekulan. Kendalanya memang di pasokan. Kenaikan harga ini tidak hanya terjadi di Batam atau Kepri, tapi juga di Jawa. Jadi murni karena pasokan yang berkurang,” jelasnya.
Untuk menstabilkan harga, pemerintah bersama Bulog melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang masih berlangsung hingga akhir Agustus.
“Bulog turun langsung melakukan penetrasi pasar. Polsek dan Polres juga ikut memantau. Harapannya bisa menjaga kestabilan harga dan pasokan,” tambah Silvester.
Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Ruslaeni, juga menyampaikan hasil sidak di sejumlah pasar di Tanjungpinang dan Bintan. Ia menyebut rata-rata harga beras dijual Rp13 ribu per kilogram.
“Secara umum, harga sudah terkendali. Kami akan terus memonitor agar tidak ada lonjakan kembali,” ujarnya. (*)
Reporter : Yashinta
Editor : RATNA IRTATIK