Buka konten ini

LISBON (BP) – Kesempatan kedua Jose Mourinho meloloskan Fenerbahce ke babak utama (fase league) Liga Champions musim ini kembali berujung kegagalan. Klub Super Lig Turki itu harus mengakui keunggulan wakil Portugal SL Benfica dalam fase playoff seiring kekalahan 0-1 (agregat 0-1) di Estadio da Luz, Lisbon, Kamis (28/8).
Yang ironis, gol kemenangan Benfica dicetak Kerem Akturkoglu, winger kiri yang pernah memperkuat rival Fenerbahce dalam The Intercontinental Derby, Galatasaray, selama periode 2020–2004.
Musim lalu, Fenerbahce juga gagal menembus babak utama Liga Champions setelah kandas di kualifikasi ketiga (sebelum fase playoff). Sari Kanaryalar – sebutan Fenerbahce – dijegal klub Ligue 1, Lille OSC, dengan agregat 2-3.
Menanggapi kegagalan beruntun menembus babak utama Liga Champions, Mourinho memiliki pembelaan. ”Klub tidak pernah mementingkan ajang ini,” ucapnya seperti dilansir Hurriyet Daily News.
Pelatih pemenang dua kali Liga Champions bersama FC Porto dan Inter Milan itu juga menyebut, Fenerbahce kurang memiliki mentalitas tangguh untuk bersaing di Liga Champions.
”Sudah bertahun-tahun klub ini tidak bermain reguler (di babak utama Liga Champions, red),” kata Mourinho.
Kali terakhir Fenerbahce berlaga di babak utama Liga Champions adalah musim 2008–2009 atau 16 tahun silam.
Fokus Liga Europa
Seiring gagal masuk babak utama Liga Champions, kiprah Eropa Fenerbahce berlanjut ke babak utama (fase league) Liga Europa. Di kompetisi kasta kedua Eropa itu, Sari Kanaryalar ditempatkan di pot 2. Mourinho pun bisa bertemu klub Portugal lainnya yang juga mantan klub asuhannya, FC Porto, di pot 1.
”Sekarang kami harus fokus ke Liga Europa. Itu yang paling penting,” kata Milan Skriniar, kapten sekaligus bek tengah Fenerbahce, di laman resmi UEFA. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG