Buka konten ini

SEIBEDUK (BP) – Truk bermuatan tanah bernomor polisi BP 8489 DO terperosok di jalur tanjakan Bukit Daeng, Jalan R. Suprapto dari arah Mukakuning menuju Batuaji, Kamis (28/8) sekitar pukul 10.00 WIB. Diduga, truk roda 10 itu gagal menanjak hingga mundur dan keluar jalur, lalu terperosok ke sisi jalan yang terjal.
Hingga siang, proses evakuasi masih terus berlangsung. Dua unit crane dikerahkan untuk menarik truk keluar, namun kondisi medan yang curam serta beratnya muatan memperlambat proses. Sisa material tanah di bak truk juga menambah kesulitan evakuasi.
Aldi, warga setempat yang berada di lokasi, mengatakan, evakuasi sudah berjalan hampir dua jam tanpa hasil yang berarti. “Petugas dari pihak pemilik truk masih berusaha keras menarik truknya, tapi belum berhasil,” ujarnya.
Selama evakuasi, tidak tampak petugas Satlantas di lokasi. Meski demikian, arus lalu lintas di sekitar tanjakan Bukit Daeng relatif lancar hingga pukul 13.00 WIB. Beberapa pengendara bahkan berhenti sejenak untuk menyaksikan penanganan truk tersebut.
Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan di jalur rawan tersebut. Warga berharap pemerintah menindaklanjuti agar jalur vital ini lebih aman dan nyaman dilalui. “Kalau terus begini, takutnya nanti sampai ada korban nyawa,” kata Aldi.
Selain masalah keselamatan, jalur Bukit Daeng juga dikenal macet, terutama pada jam pulang kerja. Arus kendaraan dari Mukakuning ke Tembesi kerap tersendat, ditambah lalu lintas kendaraan berat setiap hari. “Kalau sudah jam lima sore, bisa setengah jam lebih cuma untuk melewati jalur ini,” keluh Andi, pengendara rutin.
Kondisi jalan yang hanya dua lajur membuat situasi lebih buruk saat ada kendaraan mogok atau gagal menanjak. “Sudah seharusnya dilebarkan jadi lima lajur. Kalau ada jalur khusus kendaraan berat, arus pasti lebih lancar,” ujar Karina, pengguna jalan lainnya.
Selain sempit, badan jalan yang bergelombang juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat hujan. Beberapa pengendara motor mengaku pernah tergelincir karena permukaan jalan yang tidak rata. “Jalannya bukan cuma macet, tapi juga berbahaya,” tambah Karina.
Masyarakat mendesak Pemko Batam segera merealisasikan pelebaran jalan hingga Tembesi, melanjutkan proyek jalur lima lajur yang sudah selesai di simpang Barelang. “Kalau jalannya dilebarkan, arus kendaraan pasti lebih lancar. Ini akses utama pekerja dan logistik,” ujar Andi.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, belum memberikan tanggapan terkait insiden terbaru ini. Namun, sebelumnya ia menegaskan pelebaran jalan menjadi prioritas, meski pelaksanaannya dilakukan bertahap sesuai ketersediaan anggaran.
“Pelebaran ke arah Tembesi memang masuk dalam rencana jangka menengah Pemko Batam,” katanya. (***)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK