Buka konten ini
Pergerakan bongkar muat kargo di Kota Batam pada Juni 2025 menunjukkan dinamika yang berbeda antara jalur domestik dan internasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam memperlihatkan bahwa sektor domestik cenderung meningkat, sementara sebagian besar sektor internasional justru mengalami penurunan.
Kepala BPS Batam, Eko Aprianto, menjelaskan bahwa pada jalur udara domestik, aktivitas bongkar kargo mencapai 1.286,83 ton, naik tipis 0,52 persen dibanding Mei 2025. Namun, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, angka ini justru turun tajam sebesar 39,57 persen dari 2.129,29 ton pada Juni 2024.
“Sebaliknya, untuk muat kargo udara domestik angkanya justru melonjak signifikan. Pada Juni 2025 tercatat 1.509,88 ton, meningkat 38,64 persen dibanding Mei 2025, bahkan naik 90,78 persen dibanding Juni 2024,” ungkap Eko.
Namun, pada jalur udara internasional pergerakannya justru berlawanan. Jumlah muat kargo hanya tercatat 20,30 ton, anjlok hingga 90,93 persen dibanding Mei 2025.
Sedangkan untuk bongkar kargo internasional justru mengalami lonjakan besar, dari hanya 19,44 ton pada Mei menjadi 209,59 ton pada Juni 2025, atau naik hampir 978 persen.
Pergerakan kargo melalui jalur laut juga menunjukkan tren yang berbeda antara domestik dan internasional. Untuk bongkar barang laut domestik, jumlahnya mencapai 950.631 ton pada Juni 2025. Angka ini turun tipis 1,12 persen dibanding bulan sebelumnya, tetapi secara tahunan justru meningkat 18,41 persen dari 802.817 ton pada Juni 2024.
Sementara itu, muat barang laut domestik tercatat 307.852 ton, naik 1,32 persen dibanding Mei 2025. Kargo domestik ini juga naik 21,79 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Pada jalur internasional, bongkar barang laut tercatat 360.067 ton, turun cukup besar yakni 23,09 persen dibanding Mei 2025. Meski demikian, secara tahunan angka ini justru naik 13,62 persen dibanding Juni 2024. Untuk muat barang laut internasional, jumlahnya naik 16,50 persen dibanding Mei 2025 menjadi 199.689 ton. Namun, bila dibandingkan Juni 2024 justru menurun tajam sebesar 32,88 persen.
Eko menilai pergerakan data tersebut mencerminkan dinamika perdagangan Batam, baik domestik maupun internasional. Lonjakan pada kargo muat domestik menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pengiriman barang keluar Batam ke berbagai daerah di Indonesia.
Sementara penurunan pada sektor muat internasional diperkirakan dipengaruhi oleh faktor perdagangan global maupun pola distribusi perusahaan. “Secara umum, tren ini menggambarkan bahwa pasar domestik tetap kuat, meski di sisi internasional ada tantangan, terutama pada aktivitas muat kargo,” jelasnya.
Menurut BPS, data ini menjadi indikator penting untuk melihat arus barang di Batam, yang sekaligus mencerminkan geliat perekonomian kota industri tersebut. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RYAN AGUNG