Buka konten ini
TOKYO (BP) – Pemerintah Kota Toyoake, Prefektur Aichi, Jepang, menjadi pusat perhatian. Mereka mengusulkan aturan baru untuk membatasi penggunaan ponsel pintar hanya 2 jam per hari.
The Guardian, Kamis (28/8) melaporkan, aturan itu berlaku untuk seluruh warga, bukan hanya anak-anak. Anak usia 6-12 tahun diimbau tidak menggunakan ponsel atau tablet setelah pukul 21.00. Sementara remaja dan orang dewasa diminta berhenti setelah pukul 22.00.
“Kami ingin mencegah penggunaan ponsel secara berlebihan yang bisa memengaruhi kesehatan fisik dan mental, termasuk kualitas tidur,” ungkap Wali Kota Toyoake Masafumi Koki.
Rancangan aturan yang bersifat sukarela itu masih dibahas dewan kota. Pemungutan suara dijadwalkan berlangsung bulan depan. Jika disahkan, aturan tersebut aku sejak Oktober nanti tanpa sanksi bagi yang melanggar.
Menuai Kritik
Dalam empat hari setelah pengumuman aturan itu, Mainichi Shimbun memberitakan, pihak berwenang menerima 83 panggilan telepon dan 44 e-mail. Sekitar 80 persen di antaranya berisi kritik. Banyak warga yang menilai aturan itu mengganggu hak pribadi mereka.
Koki menegaskan bahwa aturan itu tidak wajib. “Kami berharap ini menjadi momen bagi keluarga untuk berdiskusi tentang waktu yang dihabiskan dengan ponsel dan kapan sebaiknya menggunakannya,” ujarnya.
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Berdasar data Children and Families Agency tahun ini, anak muda Jepang rata-rata menghabiskan lebih dari 5 jam sehari untuk daring pada hari kerja. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO