Buka konten ini

LINGGA (BP) – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Singkep beberapa hari terakhir membuat batu miring di Bukit Kapitan, Kabupaten Lingga, ambrol. Batu miring yang berfungsi sebagai penopang tanah dan badan jalan itu ambrol setelah fondasinya tergerus aliran air.
Abeng, warga Bukit Kapitan, menuturkan batu miring itu runtuh pada Senin (25/8), tepat setelah banjir surut.
“Sepertinya saat banjir kemarin aliran air mengikis tanah di pondasi batu miring, sehingga akhirnya patah dan roboh,” ujarnya, Kamis (28/8).
Ia menjelaskan, batu miring tersebut dibangun secara swadaya oleh warga setempat dengan bantuan dari salah seorang anggota dewan. Namun, konstruksinya hanya bersifat sementara karena keterbatasan anggaran.
“Pengerjaan kemarin pakai anggaran seadanya. Jadi sifatnya sementara, sambil menunggu bantuan dari pemerintah daerah,” jelas Abeng.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Lingga, Yusdiandri, membenarkan bahwa proyek tersebut bukan hasil pengerjaan PUTR. Meski begitu, pihaknya akan segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan.
“Kemungkinan perbaikan baru bisa dilakukan pada 2026. Saat itu, pemasangan batu miring akan kita kerjakan sekaligus dengan perbaikan hilirisasi sungai di Kelurahan Sungai Lumpur yang juga terdampak banjir,” ungkap Yusdiandri.
Masyarakat berharap ada langkah cepat dari pemerintah daerah agar kerusakan tidak meluas dan akses jalan tetap aman dilalui. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO