Buka konten ini

Sebagai seorang aktris muda, Davina Karamoy telah berhasil menempatkan namanya di jajaran talenta berbakat melalui berbagai peran yang menantang dan beragam. Artikel ini menyoroti tiga film yang menandai titik balik kariernya yaitu The Other Side, Ratu Dansa, dan Ipar Adalah Maut.
Ketiga film ini tidak hanya menampilkan kemampuan akting Davina yang penuh nuansa, tetapi juga membuktikan fleksibilitasnya dalam menjelajahi genre coming-of-age, fantasi, dan drama.
Simak ulasan selengkapnya untuk menemukan alasan mengapa ketiga film ini wajib masuk daftar tontonan.
Simak ulasan selengkapnya untuk menemukan alasan mengapa ketiga film ini wajib masuk daftar tontonanmu.
1. Ipar Adalah Maut (2024)
Film Ipar Adalah Maut dirilis pada 13 Juni 2024 dan diadaptasi dari kisah nyata yang viral di TikTok oleh konten kreator Elizasifaa. Disutradarai oleh Hanung Bramantyo dengan naskah karya Oka Aurora, ia mengisahkan Nisa (Michelle Ziudith) dan Aris (Deva Mahenra), pasangan muda yang hidup bahagia bersama putri mereka, Raya.
Ketika Rani (Davina Karamoy), adik kandung Nisa, pindah untuk tinggal bersama, awalnya suasana terasa hangat, namun perlahan Rani mulai mendekati Aris. Ketegangan memuncak saat Nisa menyadari hubungan terlarang antara suami dan adiknya, mengguncang fondasi rumah tangga dan mempertaruhkan kepercayaan di antara mereka
Ipar adalah Maut mendapatkan sambutan hangat dari penonton dengan catatan lebih dari 4,7 juta penonton di bioskop Indonesia, menjadikannya salah satu film terlaris tahun 2024.
Di IMDb, film ini meraih skor 7/10, mayoritas kritik memuji eksekusi cerita meski menyayangkan beberapa elemen klise.
2. The Other Side (2022)
Alea, diperankan oleh Davina Karamoy, pindah dari Jakarta ke Bandung untuk melupakan mantannya, Reynand (Bryan Andrew), yang berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Ia kemudian mendaftar ke organisasi OSIS di SMA Gempita dan tanpa sengaja bertabrakan dengan Revo (Sandy Pradana), wakil OSIS yang menawan.
Hubungan mereka berkembang, tetapi kehadiran kembali Reynand dan mantan Revo, Reva (Pamela Bowie), menciptakan dilema cinta segitiga yang menegangkan. Film ini mengisahkan perjuangan Alea menghadapi patah hati, persahabatan, dan pencarian jati diri di masa remaja yang penuh gejolak.
The Other Side (2022) menandai pertama kalinya Davina mendapatkan peran utama sebagai Alea. Karakter Alea membawa Davina bermain di ranah coming-of-age yang menyentuh hati penonton dengan narasi tentang identitas dan penerimaan diri.
Dalam film ini, Davina sukses menghidupkan sosok Alea yang penuh kerentanan sekaligus rasa penasaran remaja. Kepiawaiannya mengekspresikan emosi halus membuat The Other Side menjadi tontonan wajib bagi penggemar drama remaja.
Film dengan durasi 134 menit ini berhasil menyuguhkan drama remaja yang segar dan emosional. Davina Karamoy tampil kuat, menyeimbangkan sosok Alea yang mandiri namun mudah terluka.
Chemistry antara Davina dan Sandy Pradana membuat kisah cinta remaja terasa natural, sementara Bryan Andrew memberi warna berbeda pada karakter Reynand yang kompleks.
Sutradara Girry Pratama piawai memadukan momen dramatis dan komedi ringan dalam setting sekolah yang autentik, didukung OST “Kini dan Nanti” oleh Bunga Delia yang menambah kedalaman suasana.
3. Ratu Dansa (2019)
Ratu Dansa adalah film drama fantasi Indonesia yang disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo dan ditulis oleh Eimira Tamsyarina. Film ini tayang eksklusif di Bioskop Online pada 16 Desember 2022.
Ia dibintangi oleh Marsha Aruan sebagai Hira, Davina Karamoy sebagai Hana, serta Dennis Adhiswara, Debo Andryos, Sandy Pradana, dan Gary Iskak. Ceritanya mengikuti perjalanan dua gadis dari era berbeda, tahun 1995 dan 2022 yang tertukar setelah berharap pada sebuah bintang jatuh, membuka kesempatan bagi mereka untuk memahami masa depan dan ikatan keluarga masing-masing.
Lewat Ratu Dansa, Davina berhasil memperlihatkan sisi lain dari bakatnya: ia mampu memadukan raut muka penuh haru dengan gerak tubuh menari yang memukau, sehingga membuat setiap adegan fantasi terasa lebih magis dan mengena.
Di IMDb, Ratu Dansa meraih skor 8/10, menandakan respons positif dari penonton terhadap konsep cerita dan eksekusi visualnya.
Ketiga film ini menegaskan bahwa Davina Karamoy bukan sekadar wajah muda di layar, melainkan sosok pemeran yang terus berkembang. Dari sudut drama, emosi remaja penuh gejolak, hingga dunia fantasi yang memukau, ia menunjukkan kematangan akting dan keberanian mengambil risiko peran.
Dengan setiap penampilan, Davina mengundang penonton untuk merasakan kedalaman karakter dan kisah yang dia bawa.
Perjalanan kariernya yang masih panjang menjanjikan ragam karya baru yang semakin menegaskan bakatnya. Bagi pecinta perfilman Indonesia, menyimak evolusi Davina di ketiga judul ini adalah langkah tepat untuk memahami kekayaan narasi lokal dan potensi generasi penerus sinema Tanah Air. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : MOHAMMAD TAHANG