Buka konten ini

LINGGA (BP) – Jembatan penghubung utama masyarakat Kecamatan Singkep yang berada di Kampung Baru, Kabupaten Lingga, kondisinya kian mengkhawatirkan. Jika tak segera diperbaiki, jembatan tersebut terancam roboh dan membuat ribuan warga terisolasi.
Jembatan itu menjadi satu-satunya akses warga Kebun Niur, Batu Berdaun, Kampung Boyan, dan Kampung Baru untuk menuju Dabo Kota. Bila ambruk, aktivitas pemerintahan Desa Batu Berdaun, kegiatan belajar di SMKN 1 Singkep, hingga operasional Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir Dabo Singkep ikut terganggu.
Pantauan di lapangan, masyarakat bersama tim Bina Marga dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Lingga sudah meninjau langsung kondisi jembatan. Langkah itu dilakukan untuk mencari solusi darurat agar jembatan tidak sampai putus.
Satriadi, warga Kampung Baru, mengatakan kerusakan jembatan sudah terlihat sejak awal Maret 2025. Pondasi di bagian dasar mulai turun karena tanah penopang tergerus air.
“Kondisi makin parah setelah hujan deras beberapa hari lalu. Tanah habis tergerus, fondasi jadi tergantung dan retak,” ujar Satriadi, Kamis (28/8).
Tidak hanya fondasi, permukaan jalan di atas jembatan juga ikut rusak. Aspal menurun membentuk lekukan dalam dan sebagian sudah berlubang.
“Ini berbahaya untuk pengendara motor maupun mobil. Potensi kecelakaan sangat tinggi,” jelas Satriadi.
Ia menegaskan, jembatan tersebut vital bagi aktivitas sehari-hari warga. “Kalau jembatan ini roboh, sekolah terganggu, pelayanan desa terhenti, bahkan operasional Puslatpur Marinir pun ikut terhambat,” katanya.
Kepala Dinas PUTR Lingga, Yusdiandri, mengakui perbaikan total baru bisa dilakukan pada 2026 karena tahun ini Pemkab masih melakukan efisiensi anggaran.
“Namun untuk jangka pendek, kami segera cari solusi terbaik agar jembatan tidak putus. Kalau dipaksakan dikerjakan tahun ini dengan kondisi anggaran terbatas, hasilnya tidak maksimal dan justru buang-buang anggaran,” tegasnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan dengan langkah konkret. Pasalnya, keberadaan jembatan ini sangat vital bagi kelancaran aktivitas warga, pelajar, dan layanan pemerintahan di Desa Batu Berdaun. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : GALIH ADI APUTRO