Buka konten ini

ALMATY (BP) – Menghindari bertemu klub besar seperti Real Madrid, Bayern Munchen, Paris Saint-Germain, Liverpool FC, FC Barcelona, dan Manchester City dalam undian fase league Liga Champions malam ini (28/8) sudah jamak. Yang saat ini jadi bahan pembicaraan adalah menghindari lawatan ke Kazakhstan karena Kairat Almaty ikut serta dalam babak utama Liga Champions tersebut.
Rabu (27/8), raksasa Skotlandia Celtic jadi korban Kairat setelah kalah adu penalti 3-2 (0-0) atas di Central Stadium, Almaty. Selain mencatat 55 kali juara Scottish Premiership, termasuk dalam empat musim terakhir, Celtic pernah memenangi Liga Champions pada 1966–1967.
Samai Capaian Rival
Bandingkan dengan Kairat yang baru empat kali memenangi liga domestik (Premier League Kazakhstan) dan kali kedua mencicipi Liga Champions. Yang pertama pada 2021–2022, tetapi sudah kandas di putaran kedua kualifikasi.
Capaian Kairat mengekor FC Astana, rival mereka di Kazakhstan, yang pernah masuk fase grup (babak utama Liga Champions sebelum diganti fase league) pada musim 2015–2016. FC Astana juga lebih sering berpartisipasi (enam kali).
”Kami tidak menyangka melaju sejauh ini,” kata Alyaksandr Martynovich, kapten sekaligus bek tengah Kairat, di laman resmi klub.
Tempuh 5 Ribu Kilometer
Tim yang menghadapi Kairat harus siap menempuh perjalanan jauh ke timur Eropa. Jaraknya 5 ribu kilometer dari pusat Eropa karena Kazakhstan berbatasan dengan negara Asia seperti Mongolia dan Tiong-kok. Jarak ke Tiongkok hanya 300 kilometer.
Pertandingan terpanjang antara dua tim di Liga Champions pernah terjadi pada 2015 ketika SL Benfica dan FC Astana saling berhadapan. Jarak antara Lisbon dan ibu kota Kazakhstan itu mencapai 6.162 kilometer. Jarak (melalui jalan darat) antara Madrid dan Almaty, misalnya, 8.059 kilometer. Jika ditempuh dengan pesawat, jaraknya masih 6.400 kilometer.
Kemenangan Kairat atas Celtic sejatinya diraih tanpa beberapa pemain pilar. Salah satunya kiper utama Aleksandr Zarutskiy. Akan tetapi, Temirlan Anarbekov yang jadi pengganti malah jadi pahlawan kemenangan.
Setelah melakukan lima kali penyelamatan sampai babak perpanjangan waktu yang berakhir tanpa gol, A-narbekov tampil gemilang dalam adu penalti. Kiper berusia 21 tahun itu mengagalkan eksekusi tiga pemain Celtic. Striker Adam Idah dan Daizen Maeda serta winger Luke McCowan.
”Kami memiliki peluang bagus (mencetak gol) di babak kedua dan babak perpanjangan waktu. Tentu saja, ketika masuk adu penalti, apa pun bisa terjadi,” kata pelatih Celtic Brendan Rodgers kepada Amazon Prime.
”Aku rasa kami sudah menjalani pertandingan dengan baik. Di malam yang lain, mungkin kami yang lolos,” sahut Callum McGregor, gelandang sekaligus kapten Celtic, di laman resmi UEFA. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG