Buka konten ini

BEIJING (BP) – Presiden Tiongkok Xi Jinping akan menjamu lebih dari 20 pemimpin dunia dalam KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (Shanghai Cooperation Organisation/SCO) di Tianjin pada 31 Agustus hingga 1 September mendatang. Pertemuan itu dipandang sebagai unjuk kekuatan solidaritas negara-negara Global Selatan, sekaligus langkah strategis Beijing dalam mendukung Rusia yang masih terhimpit sanksi Barat.
Dilansir dari Reuters Rabu (27/8), selain Presiden Rusia Vladimir Putin, pertemuan juga akan dihadiri Perdana Menteri India, Narendra Modi, yang untuk kali pertama kali ke Tiongkok setelah tujuh tahun. Kehadiran Modi menjadi sorotan mengingat kedua negara berupaya meredakan ketegangan pascainsiden bentrokan perbatasan mematikan pada 2020.
Pertemuan Terbesar sejak Berdiri
Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyebut pertemuan ini akan menjadi yang terbesar sejak SCO berdiri pada 2001. Organisasi yang awalnya beranggotakan enam negara Eurasia tersebut kini telah berkembang menjadi 10 anggota tetap serta 16 negara mitra dan pengamat. Ruang lingkupnya juga meluas dari isu keamanan dan kontra-terorisme ke kerja sama ekonomi dan militer.
Capaian Masih Terbatas
Namun, para pengamat menilai, capaian substantif SCO masih terbatas. Manoj Kewalramani, ketua program riset Indo-Pasifik di Takshashila Institution, mengatakan bahwa visi konkret yang diwakili SCO dan implementasi praktisnya masih kabur. “Namun, platform ini memiliki daya tarik simbolik yang kuat untuk membangun narasi geopolitik,” tuturnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO