Buka konten ini

NONGSA (BP) – Warga Kompleks Ruko Summer Land, Nongsa, digegerkan penemuan seorang remaja perempuan berusia 14 tahun yang terkunci di dalam kontainer terbengkalai, Rabu (27/8). Korban, berinisial N, ditemukan dalam kondisi lemas dan sesak karena cukup lama terkurung di dalam ruangan besi itu.
Peristiwa bermula sekitar pukul 11.15 WIB. Seorang warga yang berkantor tak jauh dari lokasi mendengar suara teriakan minta tolong. Setelah ditelusuri, sumber suara ternyata berasal dari sebuah kontainer yang sudah lama tidak terpakai. Kontainer tersebut terkunci dari luar.
Saat dibuka, warga menemukan seorang remaja perempuan dalam kondisi lemah.
Kapolsek Nongsa, Kompol Arsyad Riyandi, membenarkan kejadian itu. “Ada warga yang mendengar teriakan, lalu menemukan remaja ini di dalam kontainer,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan awal, N datang dari Tanjungbalai Karimun bersama tiga temannya—dua laki-laki dan satu perempuan—untuk berlibur di Batam. Mereka sempat menginap di sebuah hotel kawasan Jodoh beberapa hari. Namun, N kemudian terpisah setelah terlibat masalah dengan teman perempuannya.
“N lalu menghubungi kakak angkatnya untuk meminta bantuan agar bisa pulang,” jelas Arsyad.
Kakak angkat korban lantas mengirim seorang rekannya untuk menjemput N. Remaja itu kemudian ditempatkan di dalam kontainer dengan janji akan dijemput kembali sekitar pukul 12.00 WIB.
“Teman kakaknya ini diduga meninggalkan N di dalam kontainer dengan alasan untuk beristirahat,” kata Arsyad.
Namun, N justru terkunci dan tidak bisa keluar. Dalam kondisi panik, ia berteriak minta tolong hingga akhirnya didengar warga. Polisi yang tiba di lokasi segera mengevakuasi korban dan membawanya ke Polsek Nongsa untuk dimintai keterangan.
Arsyad menyebutkan, pihaknya sudah menghubungi keluarga korban di Karimun untuk proses pemulangan.
“Saat ini korban masih di Polsek Nongsa. Kami sudah berhasil menghubungi ayahnya untuk memastikan pemulangan ke Karimun,” jelasnya.
Meski begitu, polisi masih mendalami keterangan korban yang dinilai belum konsisten. Disinggung kemungkinan adanya kekerasan seksual, Arsyad mengatakan hal itu belum dapat dipastikan. “Keterangannya masih berubah-ubah. Namun sekarang korban sudah mulai sedikit terbuka,” ungkapnya.
Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Polisi akan menelusuri peran pihak-pihak yang diduga meninggalkan N sendirian di dalam kontainer tanpa pengawasan. (*)
Reporter : Yashinta
Editor : RATNA IRTATIK