Buka konten ini

DI balik kesuksesan Kairat Almaty lolos ke babak utama Liga Champions 2025–2026, ada perjuangan dari seorang bernama Rafael Urazbakhtin. Sosok pelatih Kairat itu baru tahun lalu menangani Team of the Nation – julukan Kairat – sekaligus mendapatkan lisensi kepelatihan!
Urazbakhtin memutuskan untuk menekuni dunia kepelatihan pada usia yang sudah tidak muda, yakni 46 tahun. Dia pernah dikenal sebagai striker timnas Kazakhstan periode 1998–2004 dengan 12 caps. Urazbakhtin juga sudah gantung sepatu 14 tahun silam atau pada 2011.
Lalu, ke mana saja sebelum mendapatkan lisensi kepelatihan tahun lalu? Urazbakhtin ternyata sempat menjadi penjual sepatu keliling ke desa-desa. Karena itulah, dia mendapat julukan pelatih tukang sepatu.
”Anda tidak pernah tahu seperti apa perjalanan hidup Anda dan aku bangga bisa berada di posisi saat ini,” kata Urazbakhtin yang telah memenangi gelar Super League Kazakhstan 2024 dan Piala Super Kazakhstan 2025 bersama Kairat seperti dilansir dari Sports.
Jadi penjual sepatu keliling, sepertinya, telah menempa Urazbakhtin sebagai pelatih yang menerima apa adanya. Musim ini, misalnya. Meski hanya mendapatkan dana EUR250 ribu (Rp4,75 miliar) untuk belanja pemain di bursa transfer musim panas tahun ini, Urazbakhtin menjawabnya dengan pencapaian historis. Lolos ke babak utama Liga Champions untuk kali pertama dalam sejarah Team of the Nation.
Urazbakhtin tidak memungkiri, lawan-lawan Kairat di babak utama bakal lebih berat dari Celtic. Tapi dia merasa Kairat punya keuntungan.
”Bermain di kandang jadi keunggulan kami. Sama halnya saat kami harus menempuh 11 jam penerbangan yang melelahkan ke Glasgow (dalam first leg playoff Liga Champions, 21/8, Red),” beber Urazbakhtin kepada BBC. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG