Buka konten ini
NONGSA (BP) – Upaya mencegah kenakalan remaja terus digencarkan Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Kepri melalui program Polisi Pelindung Anak (PPA). Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap bulan di berbagai sekolah, mulai tingkat SD hingga SMA.
Direktur Samapta Polda Kepri, Kombes Joko Adi Nugroho, mengatakan, program PPA menjadi wujud kehadiran polisi sebagai pelindung sekaligus sahabat generasi muda.
“Setiap bulan ada sekitar delapan sampai sepuluh kegiatan, tergantung permintaan dari pihak sekolah. Kadang kami juga menyurati sekolah terlebih dahulu untuk meminta izin,” ujarnya.
Program PPA berfokus pada penyuluhan serta sosialisasi mengenai tugas pokok kepolisian, khususnya bidang samapta. Para pelajar diperkenalkan tentang peran polisi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus diajak memahami tanggung jawab mereka sebagai pelajar untuk menciptakan lingkungan yang aman.
“Kami ingin para pelajar berperan aktif menjaga kamtibmas di lingkungannya. Harapannya, polisi tidak hanya dilihat sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga pelindung dan sahabat pelajar,” jelas Joko.
Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapat penyuluhan terkait pencegahan kenakalan remaja, antara lain bahaya balap liar, tawuran, hingga perilaku menyimpang lainnya. “Kami tekankan mereka menjauhi hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” tambahnya.
Selain penyuluhan, Ditsamapta juga memperkenalkan berbagai perlengkapan kepolisian dalam pengendalian massa. Peralatan itu diperlihatkan langsung agar pelajar memahami tugas polisi di lapangan.
Tercatat tujuh sekolah di Kepri menjadi sasaran kegiatan PPA. “Sasarannya semua sekolah, baik SD, SMP, maupun SMA. Kami ingin menjangkau seluruh lapisan pelajar,” tegas Joko.(*)
Reporter : Yashinta
Editor : RATNA IRTATIK