Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Koperasi dan UKM terus memperkuat peran koperasi di tengah masyarakat. Setelah sebelumnya menggelar pertemuan dengan pengurus Koperasi Merah Putih, langkah berikutnya adalah memberikan pembekalan kepada ratusan pengurus koperasi yang tersebar di 64 kelurahan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam, Salim, mengatakan, pihaknya baru saja mempertemukan sejumlah pengurus koperasi dengan beberapa perusahaan potensial. Pertemuan tersebut menjadi ajang penjajakan kerja sama, terutama bagi koperasi yang bergerak di sektor gas, pangkalan LPG, maupun sembako.
“Sosialisasi tetap berjalan. Kemarin kita pertemukan koperasi dengan perusahaan di bidang gas, pangkalan, dan sembako. Tujuannya agar koperasi bisa langsung menjalin kemitraan dengan pelaku usaha,” ujar Salim, Selasa (26/8).
Sebagai tindak lanjut, Dinas Koperasi akan melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) bagi sekitar 460 pengurus koperasi mulai awal September 2025. Bimtek akan digelar tiga kali pertemuan untuk koperasi di wilayah mainland, sedangkan untuk hinterland dilakukan dengan sistem jemput bola, turun langsung ke kelurahan-kelurahan.
“Pendekatannya berbeda. Kalau di mainland bisa terpusat dalam tiga kali pertemuan, sementara untuk hinterland, kami turun langsung agar tidak menyulitkan pengurus koperasi yang lokasinya jauh dari pusat kota,” jelasnya.
Dalam pembekalan tersebut, pengurus akan mendapat materi mengenai tata kelola koperasi modern, penyusunan rencana usaha, hingga praktik pembuatan proposal yang bisa diajukan ke bank untuk memperoleh akses modal.
Untuk menjaga kualitas materi, Dinas Koperasi akan menghadirkan narasumber dari pusat. Mereka adalah konsultan yang ditunjuk langsung oleh Kementerian Koperasi dan UKM serta berpengalaman melatih koperasi di berbagai daerah.
“Selain teori, mereka juga memberikan pendampingan praktik. Jadi pengurus koperasi tahu bagaimana menyusun proposal usaha, melengkapi persyaratan, hingga strategi agar proposal diterima perbankan,” tambah Salim.
Peserta yang mengikuti pelatihan akan mendapatkan sertifikat sebagai bentuk pengakuan kompetensi. Sertifikat tersebut diharapkan menjadi modal penting bagi pengurus koperasi ketika mengajukan kerja sama atau akses pembiayaan.
Salim mencontohkan, meski program baru akan dimulai, sudah ada koperasi yang menunjukkan progres nyata. Salah satunya koperasi di Kelurahan Pulau Buluh yang tengah mempersiapkan diri menjadi pangkalan LPG.
“Koperasi di Pulau Buluh sedang penjajakan untuk jadi pangkalan LPG. Mereka sudah mendapat dukungan dari pihak ketiga yang bergerak di bidang gas. Ini contoh konkret bagaimana koperasi bisa membuka peluang usaha baru,” ujarnya.
Dinas Koperasi dan UKM Batam optimistis, melalui pembekalan ini, koperasi tidak hanya sekadar terbentuk secara administrasi, tetapi benar-benar aktif bergerak di bidang usaha yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Tujuan akhirnya adalah kemandirian koperasi. Kita ingin koperasi menjadi penggerak ekonomi kerakyatan, membuka lapangan kerja, dan mampu menjawab kebutuhan warga di kelurahan masing-masing,” tutup Salim. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK