Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-27 Partai Amanat Nasional (PAN) dimanfaatkan sebagai momentum refleksi dan penguatan komitmen kepada rakyat. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menegaskan, seluruh kader PAN, baik yang berada di legislatif maupun eksekutif, harus menunjukkan kerja nyata yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Saya tegaskan dari panggung HUT PAN ini, sekali lagi saya perintahkan kepada seluruh menteri PAN, anggota DPR PAN, seluruh kader PAN di mana pun berada, bantu rakyat. Kerja nyata, yang langsung dirasakan hasilnya oleh masyarakat,” tegas Zulhas—sapaan akrab Zulkifli Hasan—dalam acara PAN Awards 2025 yang digelar di The Dome, Senayan Park, Minggu (24/8).
Zulhas menyebut, banyak kader PAN saat ini mengisi posisi strategis di pemerintahan dan parlemen. Oleh karena itu, mereka memiliki tanggung jawab besar untuk hadir dan memberikan solusi bagi persoalan rakyat. Tidak hanya itu, dia juga menargetkan PAN bisa meraih peringkat tiga besar pada Pemilu 2029.
Untuk mewujudkannya, ia mengajak seluruh kader PAN untuk selalu melakukan aksi nyata bagi rakyat, tidak hanya menjelang pemilu.
“Jangan sampai rakyat bilang, PAN itu hanya datang waktu butuh suara. Tidak. Rakyat berkata, PAN itu hadir di kala susah, hadir di kala senang, hadir membawa manfaat. Kalau itu yang rakyat rasakan, barulah kita pantas menyebut diri sebagai pengemban amanah,” tambahnya.
Selain itu, Zulhas juga menyoroti pentingnya pemberdayaan masyarakat dibanding hanya memberi bantuan langsung. Menurutnya, bantuan seperti bansos tetap penting, tetapi masyarakat harus dilibatkan dalam solusi jangka panjang.
“Kita harus melangkah lebih maju. Intinya adalah pemberdayaan. Yang dibutuhkan rakyat itu kemudahan dan keberpihakan,” katanya.
Ia mencontohkan kemudahan akses masyarakat menjadi agen pupuk, agen minyak goreng, hingga pangkalan gas melon 3 kilogram.
Tak hanya soal ekonomi kerakyatan, Zulhas juga mengajak kadernya mulai fokus pada isu lingkungan. Ia menyebut ekonomi sirkuler dan pengurangan food waste sebagai prioritas baru partainya.
“Rata-rata orang Indonesia menyisakan 180 kilogram makanan per tahun. Atau sekitar 250 gram sekali makan. Itu tersisa. Ini harus jadi perhatian.
Kita harus mulai dari rumah masing-masing, mulai dari diri sendiri,” ujarnya.
Zulhas yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Pangan, memastikan program pemerintah berdampak langsung pada masyarakat. Kini, ia juga mengawal program berbasis lingkungan seperti pengelolaan sampah menjadi energi (waste to energy). Ia berjanji, dalam dua tahun masalah pengolahan sampah di Bantar Gebang bisa rampung.
“Saya janji, dua tahun selesai. Yang besar-besar seperti Bantar Gebang dan lainnya, itu dua tahun selesai,” tegasnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO