Buka konten ini

BULANG (BP) – Kapal motor (KM) Senang Hati 68 yang mengangkut puluhan ton kelapa tenggelam di Perairan Setokok, Bulang, Kota Batam, Senin (25/8) dini hari. Kapal karam setelah bagian bawah bodinya bocor akibat menabrak pancang bekas tiang pelabuhan saat air laut surut.
Kapten kapal, Sapriyadi, 68, mengatakan, kapal yang ditumpangi bersama dua anak buah kapal (ABK) itu berangkat dari Nipah Panjang, Jambi, pada Sabtu (23/8). Mereka menuju Batam untuk mengantarkan muatan kelapa ke Pelabuhan Golden Fish, Jembatan II Barelang, Setokok.
“Kami sampai sekitar pukul delapan malam, Minggu (24/8), dan langsung sandar. Tapi karena tidak ada buruh yang bisa bongkar muatan malam itu, kami putuskan menunggu sampai pagi,” ujar Sapriyadi saat ditemui di lokasi kejadian.
Menurutnya, kapal bersandar ketika kondisi air sedang pasang. Ia dan dua ABK bergantian beristirahat sambil menunggu waktu bongkar. “Ini juga pertama kalinya kami sandar di pelabuhan ini. Biasanya kami bongkar di Pelabuhan Yudi atau Bagan Piayu,” tambahnya.
Sekitar pukul 03.00 WIB, kapal mulai terasa miring. Sapriyadi yang tengah beristirahat kaget melihat air masuk ke bagian belakang kapal.
“Kami sudah coba keluarkan air dengan mesin, tapi tidak ada perubahan. Air terus masuk,” ucapnya.
Belakangan diketahui, lambung bawah kapal bocor setelah tersangkut pancang bekas tiang pelabuhan saat air surut. Kapal pun semakin miring sebelum akhirnya tenggelam. “Kami hanya sempat selamatkan barang pribadi dan pakaian saja,” katanya.
Kapal bermesin 34 GT itu membawa muatan sekitar 60 ton kelapa. Namun, separuh muatan tidak bisa diselamatkan karena hanyut terbawa arus laut. “Perkiraan yang bisa kami amankan tinggal 30 ton. Sisanya hanyut,” ujar Sapriyadi.
Kapal bercat biru tersebut kini tenggelam sekitar 70 persen. Bagian belakang kapal mengalami kerusakan parah akibat benturan dengan tepi pelabuhan saat proses karam.
Sebagian muatan kelapa yang berhasil dievakuasi sudah ditepikan ke pelabuhan. Sebagiannya dibungkus karung merah, dan ada pula yang diangkut dengan kapal Marewa 01.
Hingga kini, pihak terkait masih melakukan pengawasan di sekitar lokasi untuk mencegah kerugian lebih besar. Rencana evakuasi badan kapal juga tengah dipertimbangkan sambil menunggu kondisi cuaca dan arus laut yang lebih tenang. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK