Buka konten ini
SAGULUNG (BP) – Infrastruktur di Kelurahan Seibinti, Kecamatan Sagulung, kembali menjadi sorotan. Sebanyak sembilan gorong-gorong di jalan menuju kawasan galangan dan pemukiman Sungai Aleng mengalami kerusakan. Hingga kini, lima di antaranya sudah diperbaiki, sementara empat sisanya masih menunggu tindak lanjut dari pihak terkait.
Kerusakan itu makin terasa seiring meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa pekan terakhir. Akibatnya, sejumlah titik kerap tergenang banjir dan berpotensi longsor. Kondisi ini mengganggu aktivitas warga, terutama akses ke kawasan galangan kapal dan pemukiman.
Lurah Seibinti, Jamil, membenarkan situasi tersebut. Ia menyebut lima gorong-gorong yang sudah diperbaiki merupakan hasil koordinasi dengan perusahaan sekitar.
“Kami bersyukur ada kepedulian dari pihak perusahaan. Tapi empat gorong-gorong lainnya masih menunggu koordinasi lebih lanjut, termasuk dengan BP Batam dan Pemko Batam,” ujar Jamil, Kamis (21/8).
Ia menegaskan, perbaikan empat titik yang tersisa sangat mendesak. Jika tidak segera ditangani, risiko banjir bisa meningkat dan memperparah kerusakan jalan utama yang menjadi jalur vital bagi warga maupun aktivitas industri.
Usman, salah satu warga setempat, berharap pihak terkait segera turun tangan.
“Kami khawatir kalau hujan deras lagi, banjir makin parah. Jalan ini satu-satunya akses utama. Kalau rusak, aktivitas warga pasti terganggu,” ucapnya.
Menurut Usman, genangan banjir juga membahayakan pengendara, apalagi saat malam hari ketika jarak pandang terbatas. Ia meminta Pemko Batam dan perusahaan sekitar lebih proaktif mendukung perbaikan.
Selain banjir, kerusakan gorong-gorong juga mengancam ketahanan jalan. Bila dibiarkan, kerusakan bisa meluas dan memicu biaya perbaikan lebih besar di kemudian hari.
“Harapan kami sederhana, segera ada solusi permanen. Jangan hanya tambal sulam. Ini menyangkut keselamatan warga dan kelancaran akses ekonomi,” tambahnya.
Warga kini masih menanti kelanjutan koordinasi antara perusahaan, BP Batam, dan Pemko Batam untuk menangani empat gorong-gorong yang belum diperbaiki. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK