Buka konten ini
BATAM (BP) – BP Batam terus memperkuat langkah mitigasi dalam menjaga kualitas air baku di Daerah Tangkapan Air (DTA). Salah satu langkah terbaru adalah penutupan akses masuk ke kawasan Telaga Bidadari, Tiban, yang selama ini kerap dijadikan lokasi aktivitas warga.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan waduk sebagai sumber utama air baku di Batam harus dilindungi dari berbagai potensi pencemaran. Saat ini, masih ditemukan aktivitas perkebunan, peternakan, hingga perikanan tanpa izin di sekitar DTA yang berisiko mencemari sumber air.
“Daerah tangkapan air harus dijaga. Karena itu, kita lakukan penertiban bersama tim terpadu. Lahan di wilayah DTA harus clean and clear agar kelangsungan waduk sebagai sumber air baku tetap terjaga,” ujarnya, Minggu (24/8).
Selain penutupan akses, BP Batam juga menjalankan serangkaian mitigasi lain. Di antaranya monitoring rutin terhadap pemilik lahan yang berdekatan dengan DTA. Upaya ini dilakukan bersama Direktorat Lahan Otorita Batam untuk memastikan tak ada pelanggaran yang membahayakan kualitas air.
Langkah berikutnya adalah program reboisasi guna menjaga keseimbangan ekosistem. Penanaman pohon dilakukan secara berkala, sekaligus sebagai upaya mitigasi erosi di kawasan tangkapan air.
“Reboisasi menjadi salah satu fokus. Kami rutin menanam pohon di sekitar DTA agar daya serap tanah tetap terjaga dan risiko erosi bisa ditekan,” kata Tuty.
Tak hanya itu, BP Batam juga mengidentifikasi berbagai sumber pencemaran. Salah satunya di Telaga Bidadari yang kerap tercemar sampah. Penutupan kawasan tersebut diharapkan dapat memulihkan kualitas lingkungan sekitar.
“Banyak sekali sampah yang dibuang masyarakat ke Telaga Bidadari. Ini berbahaya bagi pasokan air bersih kita. Maka dari itu, kami lakukan pengawasan ketat,” ujarnya.
Ariastuty menambahkan, BP Batam akan terus menggandeng aparat, lembaga terkait, dan masyarakat untuk memastikan DTA tetap terlindungi. Menurutnya, pasokan air bersih bagi warga sangat bergantung pada keberhasilan menjaga kawasan tangkapan air dari pencemaran dan alih fungsi lahan. (*)
Reporter : Arjuna
Editor : RYAN AGUNG